Tuesday, November 24, 2015

PERFECT BRUSH SET FOR BEAUTY NEWBIE


I bought them at Sociolla . Beauty Story brush set ini harga aslinya Rp. 230.000,- tapi saya punya voucher Rp. 100.000,- jadi cuma bayar setengah harga lebih dikit. Hihihi... Brushnya lembut dan ujungnya berwarna cokelat jadi nggak kelihatan jelek kalau habis dipakai. Ukuran tangkainya pas dan ergonomis jadi lebih mudah digunakan. Brush set ini juga dilengkapi tempat penyimpanan berupa pouch berkancing warna soft pink. 



Brush set ini terdiri dari 7 pieces brush :
1. Face powder brush, untuk apply bedak tabur dan multifungsi untuk blush on juga.
2. Foundation brush, biasanya saya pakai untuk BB cream supaya coveragenya lebih rapi dan tangan nggak kotor.
3. Blender brush, saya pakai untuk membaurkan eye shadow supaya warnanya jadi cantik.
4. Eye shader brush, untuk memulas eye shadow.
5. Small angle brush, untuk membuat cat eye atau winged eyeliner.
6. Lip brush, untuk memulas lipstik.
7. Pencil brush, yang ini kuasnya keras dan belum pernah saya coba, bingung juga untuk apa.

Dengan set yang cukup lengkap brush set ini sangat pas untuk beauty newbie yang baru belajar atau untuk expert yang memang suka koleksi beauty tools cantik-cantik. Bagi para newbie tidak perlu bingung karena di setiap tangkai brush ada tulisan nama brushnya.



Tuesday, November 10, 2015

INGAT MATI

Serem ya judulnya ?

Beberapa waktu yang lalu saya habis melayat di rumah seorang kerabat ; adik laki-laki dari adik ipar perempuannya nenek saya yang meninggal. Pelayatnya banyak sekali. Puluhan mobil dan ratusan sepeda motor datang dan pergi memenuhi area parkir di sepanjang jalan sekitaran rumah duka. Jangan ditanya jumlah pelayatnya, saya nggak sempat ngitung !
Kata orang-orang tua, kalau seseorang semasa hidupnya baik nanti waktu meninggal banyak yang melayat, yang berarti banyak yang menyolatkan, banyak juga yang mendoakan. Kalau banyak yang mendoakan 'kan (katanya) akan diringankan siksa kuburnya (katanya lho ya, saya nggak berani jamin. Karena ada kepercayaan bahwa doa si hidup tidak akan sampai pada si mati) . Tidak peduli seseorang itu terkenal, atau orang kaya, atau orang miskin, kalau seseorang itu baik pada sesama, tetap akan dikenang jasanya.

Waktu melayat itu, saya ajak #batitanyamomma. Namanya juga emak-emak, kemanamana tetep buntutnya dibawa. Di rumah duka itu agak rewel dia, minta gendong terus sambil nunjuk-nunjuk ke salah satu tempat. Saya ikutin lah kemauannya, saya gendong ke tempat yang dia tunjuk. Eh,, ternyata.... jadi merinding saya. Di situ tempat jenazah disemayamkan. Hiiii.... (katanya anak kecil bisa lihat yang kita nggak bisa lihat lho).
Tapi ini bukan cerita horor. Habis itu saya ajak Uprin ke tempat lain berkumpul bersama pelayat lainnya untuk baca tahlil dan berdoa (Uprin ikut menengadahkan tangan dan bilang "amin amiiinnn").

Sampai di rumah saya teringat ingat terus soal melayat itu. Bagaimana kalau saya yang terbujur kaku ? Seberapa banyak yang datang melayat dan berdoa dan menyolatkan saya ? Lalu setelah itu bagaimana ? Apakah ruh saya melayang-layang di sekitar rumah ? Atau sudah dibawa malaikat untuk ditanyai ? Kalau ditanyai nanti apakah saya bisa lancar menjawab ? Siapa Tuhanku, siapa nabiku, atau pertanyaan lainnya yang kedengarannya mudah. Bagaimana kalau saya menjawab terbata-bata atau malah tidak bisa menjawab ? Bagaimana kalau nanti saya masuk neraka ? Ih... ngeri sekali.

Selama ini saya tidak banyak berpikir tentang kematian. Well, saya sengaja tidak mau memikirkan karena takut dengan kehidupan setelah kematian itu. Penuh misteri dan tanda tanya, dan serba tidak pasti (oke, kehidupan di dunia juga serba tidak pasti). Saya selalu sibuk berdoa minta ini minta itu banyak sekali. Banyak hal duniawi yang saya inginkan ; ingin mobil itu, ingin sepatu ini, ingin lipstik itu, ingin travelling ke sana, ingin punya rumah di situ. Kedengaran dangkal, ya ? Padahal itu semua tidak akan dibawa mati. Baju yang mahal-mahal itu tidak akan dipakai di kuburan nanti. Lipstik yang mahal itu juga akan ditinggal kalau mati nanti. Selalu merinding kalau ingat itu.

Jadi kenapa saya cerita soal merinding-merindingan ini ? Sebenarnya ini hanya self reminder saja buat saya. Syukur kalau jadi reminder buat yang baca. Saya jadi ingat waktu pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dulu. Salah satu hikmah melayat adalah mengingatkan yang hidup tentang kematian yang bisa datang tiba-tiba dan tak terduga tapi sangat dekat. Sekarang saya mengerti hikmah yang dimaksud.

Mulai sekarang, persiapan untuk menghadapi akhirat harus dimatangkan lagi. 'Kan tidak mau di akhirat yang kekal nanti tidak bisa masuk surga tapi malah meraung raung di neraka ?

MY VERY FIRST SHOPPING VIA LINE @HIJABENKA


Akhir bulan Oktober kemarin rasanya banyak banget promo e-commerce yang cukup menggoda. Salah satunya dari Hijabenka (sister shopnya Berrybenka). Saya selalu suka promo free shipping karena I'm living in a small town which means, kadang sayang ongkir. Hahaha... Kemarin selama Oktober ada free shipping tuh, with no minimum order. Oiya, di Berrybenka mulai November udah ada banner free shipping selamanya loh ! Membantu banget tuh, khusunya buat yang tinggalnya di Indonesia Timur ( I remember my bff when write this).

Selama ini saya shopping online selalu melalui website e-commerce karena tidak ribet,cepat, tidak perlu nulis format order, dan tidak perlu menunggu balasan admin. Hanya log in, pilih barang, check out, bayar, konfirmasi, selesai. Semuanya serba otomatis. Lalu kenapa kali ini saya belanja via line ? Jawabannya, coba-coba aja mumpung ada voucher diskon yang cuma bisa dipakai shopping via line. Ada yang mau juga ? Add line @hijabenka deh, pakai @ ya...

Lalu, lebih suka shopping via line atau langsung website ? Kalau saya, jelas lebih suka shopping via website. Pengalaman saya belanja via line lama dan kurang praktis. Saya harus mengisi format order, lalu mengunggu balasan dari admin sekitar hampir lima jam. Kalau barang yang dipesan habis harus pilih barang lagi dan menunggu balasan lagi. Tips dari saya : selalu sertakan barang pilihan alternatif supaya langsung diberi total harga yang harus ditransfer. Untuk konfirmasi pembayaran, menunggu balasannya lama sekali. Faktor 'sedang peak season' juga berpengaruh. Katanya sih kemarin itu memang sedang overload Hijabenka-nya. Selain itu tidak ada pengalaman kurang menyenangkan yang berarti. Pengirimannya pakai JNE jadi cepat sampai seperti biasa. Di dalam paket juga disertakan form pengembalian barang kalau misalnya sepatu kekecilan atau kebesaran, atau ternyata tidak suka barangnya.

Ada yang punya pengalaman seru atau bahkan kurang menyenangkan waktu belanja online ? Share yuk !


© JurnalSaya
Maira Gall