Tuesday, November 24, 2015

HAUL MBAH RONGGOKUSUMO (PS : ADA PAK MENTRI, KATANYA)


Hari Minggu (22/11) kemarin saya sengaja mendatangi keramaian di Ngemplak Kidul (kabupaten Pati) , where is, tempat kelahiran dan domisili saya sampai sekarang. Jadi, ada keramaian apa di sana ? Itu pawai, karnaval, kirab budaya, atau orang sini menyebutnya dramben (drum band-dialek Jawa). Setiap tanggal 10 Shafar dalam kalender Hijriyah, warga Ngemplak Kidul ini patungan mendatangkan entah marching band, dangdut truck, barong-barongan, dan semacamnya. Tahun ini kata panitianya merupakan kirab paling besar, pesertanya 28 grup dari berbagai daerah. Tahun-tahun sebelumnya saya malas menonton karena penuh sesak dan biasanya ada kerusuhan. Tahun ini saya memutuskan menonton. Alasan saya ; saya harus tahu tradisi asli di dini, saya mau jadi orang lokal yang cinta budaya lokal. Alasan lain : sedang kurang kerjaan. LOL. Hahahahaha...

Yang menarik perhatian saya pada kirab tahun ini adalah, kata panitianya lewat speaker , ada Menteri Desa Marwan Ja'far ikut dalam kirab. Wajar menurut saya, pak mentri itu orang asli sini. Saya kira bapak mentrinya bakal berdiri naik jip sambil dadah-dadah pada rakyat, ternyata nggak tuh. Penonton kecewa sebenarnya. Pak mentrinya nggak kelihatan sama sekali, entah di dalam mobil tertutup atau sudah pulang duluan.



Walaupun gagal ketemu pak mentri, warga tetap menonton dengan sangat antusias. Apalagi ketika ada grup marching band dengan mayoret cantik, jangan tanya berapa puluh kamera ponsel yang muncul untuk merekamnya.

Sayangnya, kirab budaya ini kurang mendidik. Banyak grup dangdut yang ikut arak-arakan, bahkan ada juga grup khusus banci (bukan transgender, tapi laki-laki yang memang dandan banci). Sangat disayangkan karena hampir setengah populasi penontonnya anak-anak. Tapi apapun itu, kirab seperti sudah jadi tradisi. Dan yang seperti ini juga menjadi alternatif hiburan gratis bagi rakyat yang kebanyakan berasal dari kelas menengah ke bawah. Yang penting rakyat suka, gembira, tidak perlu berpikir terlalu keras dengan mendidik selera hiburan rakyat, 'kan ?

Note : Haul maksudnya perayaan ulang tahun meninggalnya seorang tokoh.

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall