Wednesday, February 24, 2016

PASSION SAJA TIDAK CUKUP



Ada orang yang bekerja keras dari pagi hingga pagi lagi, dengan upah sekadarnya, tanpa mengeluh karena dilakukan lillahi ta’ala. Ada juga orang yang berpenghasilan lebih dari cukup, namun selalu menantikan hari libur sepanjang waktu kerjanya. Dan ada saya, mengerjakan apa yang saya suka, kapan pun saya sempat, tanpa jam kerja, dan tanpa bayaran. Tapi saya melakukannya dengan senang hati, dengan banyak mimpi, penuh semangat.

Itulah yang saya sebut passion. Saya membuat desain apparel kapanpun saya ingin. Jika memungkinkan saya buat desain saya menjadi nyata (lihat di sini). Di waktu lainnya saya berkutat dengan laptop, menulis ide atau cerita yang jarang selesai, browsing sana-sini, window shopping di  banyak webstore tapi seringnya nggak jadi shopping, blogwalking di blog favorit, lalu blogging sendiri. Orang lain yang memiliki passion berbeda mungkin akan berpikir apa yang saya kerjakan tidak ada gunanya, hanya membuang waktu, kertas, spidol, pensil warna, baterai, dan kuota internet. Tapi percayalah, mengikuti passion sendiri itu kepuasan batin. Sama rasa puasnya seperti mendapat nilai A pada mata kuliah yang dosennya galak, atau menang kuis, atau touring bareng gebetan, atau membeli barang incaran saat sedang diskon 80 % padahal koneksi lelet karena harbolnas.  Hanya yang pernah merasakan sendiri yang tahu rasanya.

Sebagai hobi, kepuasan itu saja cukup. Bagi sebagian orang yang cukup berusaha (atau beruntung), mereka mendapatkan penghasilan dengan mengikuti passion. Banyak orang (termasuk saya) menginginkan itu. Tapi tentu saja untuk menjadi profesional, passion saja tidak cukup. Misalnya, banyak orang yang memiliki passion di bidang fashion, namun hanya sebagian yang menjadi fashion designer, dan lebih sedikit lagi yang menjadi fashion designer sukses.


Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion itu kelihatan menyenangkan. Kelihatannya seperti melakukan hobi sesuka hati dan dibayar. Tapi sekali lagi, passion saja tidak cukup. Diperlukan ilmu, usaha, disiplin, materi, dan keberuntungan. Tidak mudah, namun passion kita layak diperjuangkan. Saya juga masih berjuang.

2 comments

  1. Sukakkk tulisannya, saya juga masih berjuang utk hidup bahagia bersama passion, berawal dari kerja keras dan menikmati kerja cerdas, semangattt... Salam kenal ya sansartsense.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Saya lagi ngejar gimana passion bisa berguna untuk hidup saya..

    Pelan-pelan tapi pasti bisa..

    Wong banyak yang bisa.. Hehehe

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall