Selasa, 29 November 2016

FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM (BOOK & MOVIE)

review buku dan film fantastic beasts and where to find them

Saya punya ekspektasi tinggi ketika menonton Fantastic Beasts. Banyak resensi yang menyebut spin off Harry Potter ini bagus sekali. Para kritikus film pun banyak memuji. Imajinasi saya, pasti penuh dengan scene megah, adegan menegangkan, serta teka-teki yang membuat penonton ikut memutar otak. Namun saya agak kecewa.
Catatan penting : saya bukan Potterhead grade A. Kecintaan saya pada dunia Harry Potter hanya sebatas pada ide cerita, ekosistem dunia sihir yang kaya, cara JK Rowling menceritakan, serta cara David Yates, Chris Columbus, Alfonso Cuaron, dan Mike Newell memvisualisasikan novel-novelnya. Oh iya, dan unsur Emma Watson. Jadi, Potterhead yang tidak rela A New Wizarding World-nya saya kritik, skip saja halaman ini. Oke ? Bagaimanapun juga, tulisan saya ini sangat subjektif.
Banyak yang tidak saya suka di film ini. Pertama, tokoh utamanya. Kenapa dia tidak ganteng? Oke, bukan itu poinnya. Saya jujur saja tidak mengerti kenapa harus Newt Scamander. Dia karakter yang menarik, tapi di mata saya dia terlihat seperti pengurus kebun binatang. Actingnya bagus, terlihat sangat emosional ketika berurusan dengan hewan-hewan ajaibnya, dan lain lain. Tapi sungguh, saya merasa si Scamander ini kurang qualified menjadi karakter utama. Bahasa tubuhnya terlihat ragu-ragu atau kikuk atau bagaimana. Dan memiliki sifat pemalu-penyendiri tidak membuatnya jadi kelihatan cool.

fantastic beasts movie
pic source : imdb

Kedua, apa fungsi si Jacob, maksud saya si Kowalski (nama Jacob di ingatan saya sudah terisi oleh karakter Jacob Black)? Well, dia kan hanya orang yang tidak sengaja lewat dan tertukar koper dengan Scamander. Ya kecuali si Kowalski ini karakter utama perempuan di comedy romantic, tertukar koper dengan karakter utama pria bisa menjadi meet cute (seperti Briliant Legacy, misalnya) yang menjadi cikal bakal cerita. Nah, dia kan laki-laki. Mau jadi bromance juga kurang mance.

Ketika karakter Kowalski ini muncul, saya sama sekali tidak berharap porsinya akan sebesar itu dalam cerita. Atau kalau misalnya porsinya banyak, saya berharap dia antagonis. Menjadi bagian dari tim protagonis juga hasilnya kelihatan nanggung. Kowalski jelas bukan pemegang andil besar dalam menangkap fantastic beasts ataupun melawan makhluk bayangan hitam. Kalau hanya sebagai karakter lucu-lucuan, kok ya saya tidak tertawa sama sekali melihat tingkahnya?

Ketiga, chemistry Scamander dan Kowalski. Saya tidak mengerti kenapa Scamander tiba-tiba mengajak Kowalski masuk kebun binatang pribadinya. Mereka kan baru bertemu, dan Kowalski juga tidak punya latar belakang penyayang binatang. Kalau alasannya untuk mengobati Kowalski yang digigit binatang yang mirip iguana, kan Scamander mengambil sendiri obatnya lalu Kowalski diobati di tempat tidur. Lalu, kenapa saya masih belum menangkap chemistry keduanya? Hubungan keduanya setidaknya harus seperti Harry-Ron atau seperti Kim Tan-Choi Young Do kan? That’s why, karakter Kowalski jadinya terkesan nanggung.

Keempat, Tina Goldstein (kenapa ingatan saya langsung tertuju pada Rani Mukherjee di Kuch Kuch Hota Hai? LOLOL). Sebenarnya saya suka tampilannya. Padanan tailored pants dan coat panjang itu saya banget (tapi saya prefer skinny pants sih). Kelihatan seperti perempuan independen. Sayangnya saya tidak menemukan something special pada sosok Tina Goldstein. Ya dia agak cantik dia berani dia punya karir dia punya masa lalu dia punya masalah dia punya misi dia jujur, tapi ya sudah. Begitu saja. Dan lagi-lagi saya tidak menemukan chemistry antara Tina Goldstein dengan Scamander.

Kelima, harus banget ya, ada si Queenie Goldstein? Apa perannya dalam adegan klimaks bersama makhluk bayangan hitam? Maksud saya, keempat karakter ini dimaksudkan menjadi kwartet kan? Bukankah seharusnya mereka berempat bahu-membahu melawan kejahatan yang menjadi inti cerita? Tapi saya perhatikan si Queenie dan Kowalski hanya bertugas memegangi koper selama pertarungan Scamander dengan bayangan hitam dan auror berpangkat tinggi yang diinterupsi sebentar oleh Tina.

Meski film Fantastic Beasts And Where To Find Them ini tidak menjadi favorit saya, ada satu scene yang benar-benar saya suka. Yaitu ketika para penyihir melambaikan tongkat untuk membangun kembali kota yang luluh lantak akibat aksi bayangan hitam. Ditambah hujan dan kepakan Thunderbird yang dramatis, scene ini terlihat grande dan klasik.

sinopsis fantastic beasts

Mari move on to the book. Alih-alih menonton filmnya, saya lebih suka membaca bukunya. Iya, isi bukunya memang berupa ensiklopedi hewan-hewan fantastis. Bukan novel atau cerita.

resensi buku fantastic beasts and where to find them

Oiya, buku Fantastic Beasts And Where To Find Them sudah terbit sejak tahun 2002. Saya baru punya kemarin, cetakan kesebelas.

The best thing about this book adalah, saya merasa menjadi Hermione Granger  ketika membacanya, padahal di halaman pertama ditulis “Buku ini milik Harry Potter”. Silakan tertawa, saya memang lucu. LOL.

buku pelajaran hogwarts

Jadi, buku ini didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai buku pelajaran. Desain sampulnya mengingatkan saya pada buku tulis seragam yang biasa digunakan di sekolah internasional. Buku ini memang buku pelajaran di Hogwarts sih. Ada tulisan yang sengaja dibuat seakan-akan tulisan tangan Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger.

Ada sejumlah coretan tidak penting di seluruh penjuru buku. Coretan yang kebanyakan merupakan refleksi spontan dari rasa bosan sepanjang sesi belajar. Persis seperti yang saya lakukan dulu. Karena mustahil membaca buku pelajaran tanpa mengantuk, saya kerap mencoret-coret halaman buku baik dengan tulisan ataupun gambar. Apa saja yang terlintas di benak saya pasti tertuang di pojok-pojok halaman. Ciri-ciri orang kurang kerjaan, ya?

spin off harry potter

Sebagai buku pelajaran, Fantastic Beasts menarik. Bukunya tipis dan materinya tidak terlalu banyak. Kalau saya murid Hogwarts, saya akan senang mempelajari hewan-hewan mistis. Apalagi penulis kata pengantarnya kepala sekolah sendiri.

Sebagai buku komplementer sebuah seri fiksi, Fantastic Beasts luar biasa. JK Rowling is extraordinary awesome, isn’t she? Dia menciptakan dunia dengan ekosistem yang kaya detail dan benar-benar hidup. Saya tidak tahu lagi mau menulis apa.

Jadi, what do you think about this book and movie? Left your comment below ya?

17 komentar

  1. Yaaahhh aku belum sempet nonton nih. Padahal penasaran banget.

    BalasHapus
  2. Saya jg lebih suka baca novelnya saya jg sempet membayangkan tokoh utamanya ganteng tapii... Yang ngak apa lah hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang ganteng ya? Hehehe,,, tp menurut banyak orang dia ganteng kok. Relatif soalnya πŸ˜„

      Hapus
  3. belum sempat nntn. katanya bakal sampe lima seri ya. penasaran sih.. aku suka banget sama abang scamander itu soalnya. hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abang gituuu?? Aku jg penasaran sama sekuelnya nanti,,, mau lihat gimana mas scamander jadinya πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

      Hapus
  4. Hi Kak Virly, salam kenal. Aku coba bantu jawab ya berdasarkan convo2 di forum HarPot:
    1. Gosipnya tidak akan ada lagi buku/film ttg Harry Potter. Untuk selanjutnya Rowling akan fokus untuk mengenalkan Universe baru, yaitu sekolah sihir di Amerika yg namanya Ilvermony. Karena itu dia akan butuh karakter untuk mengalihkan cerita dari Inggris ke Amerika.
    2. Kenapa Newt dan Tina? Karena nanti mereka akan menikah, dan walaupun di masa tuanya mereka tinggal di Inggris, tapi kalau melihat jalan ceritanya kemungkinan pasangan ini akan tinggal di Amerika dulu.
    3. Kenapa Jacob dan Queenie? Kalau diperhatikan di film, ada bagian yang menjelaskan kalau di Amerika penyihir harus hidup terpisah dan tidak boleh berhubungan dengan manusia. Banyak yang berspekulasi kalau nantinya Queenie dan Jacob akan menikah, dan kementrian sihir Amerika akan melakukan segala cara supaya mereka berpisah.
    4. Kenapa Newt terlihat canggung dan pemalu? Memang orang nya begitu. Dia lulusan dari Hufflepuff dan diceritakan memang karakter anak2 Hufflepuff seperti itu.
    5. Kenapa Newt langsung mengajak Jacob ke kebun binatangnya? Lagi2 itu karakter Hufflepuff, yang disebutkan sebagai tidak berpikir buruk pada orang lain dan menganggap semua makhluk di dunia ini sama derajatnya. Buat Newt nggak ada masalah kalau Jacob sebagai manusia justru menyusahkan dia. Newt menyukai Jacob, dan dia merasa Jacob orang yang baik, karena itu dia langsung percaya Jacob bisa menjadi temannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makasih ya sisy 😊😊

      Hapus
    2. mbak sissy dan mbak virly, saya mau mengoreksi sedikit, newt scamander bukan lulusan Hufflepuff. newt memang anak Hufflepuff tapi dia dikeluarkan dari Hogwarts.....karena cewek yang namanya Leta Lestrange.

      Hapus
  5. Hai mbak Virly, salam kenal ya. Aku completely setuju dengan poin-poin yang disampaikan mbak Sissy. Sebagai tambahan, Newt memang tidak (atau belum) digambarkan sebagai tokoh hero pada umumnya karena dia cenderung canggung saat berinteraksi dengan manusia pada awalnya.Soal Queenie, dia nggak sepenuhnya useless kok. Kemampuan legilimensnya bisa membuka sisi lain Newt yang bikin kita penasaran siapa si Leta Lestrange. If only, sebenernya kemampuan legilimens Queenie bisa dimanfaatkan untuk ngebaca Credence saat Obscurialnya kumat. Anyway terima kasih ya, sudah memberi pandangan baru terkait Fantastic Beasts:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama... Btw, kemarin seharian aku inget2 obscurial nggak inget2... Trims udah disebutin πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
  6. Adit ngajak nonton ini dari sejak kapan tapi batal mulu. Thengs review nya Mba, jadi ada sedikit gambaran biar nanti nggak blank-blank amat. Soalnya aku bukan penonton setia HP. Seri-seri terakhirnya aku belom nonton semua :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampuunnn ada blogger femes komen di sini... *terharu 😊😊
      Nonton aja mbak gesi,,, seruuuu

      Hapus
  7. seruuuuu bnget.. thank mba infonya :)

    BalasHapus
  8. ...dan aku baper liat filmnya kau kritik. Padahal udah diperingatkan sebelumnya. Tau gitu skip #mengendappergi

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan mengendap mbak,,, baper aja :)

      Hapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall