Senin, 19 Desember 2016

MEMBANGUN ONLINE SHOP YANG DIPERCAYA PELANGGAN BERSAMA JNE

online shop, belanja online, belanja daring
Gambar pinjam pixabay

One of my besties (yang sering saya sebut-sebut di banyak postingan di JurnalSaya) adalah pemilik online shop. Omzetnya di kisaran Rp. 40.000.000,- per bulan sekarang. Luar biasa ya? Ingin seperti itu juga? Saya berhasil mengulik resepnya.

Mengawali usaha online shop secara serius sejak 2015, teman saya ini sudah pernah merasakan pahit manisnya berjualan daring. Bermula dari menjadi reseller dropship produk tas wanita yang beromzet satu juta saja per bulan, diremehkan orang, hingga akhirnya sekarang beralih pada penjualan produk kecantikan yang ternyata hasilnya lebih menjanjikan.

Awal Memulai

Seperti yang sudah saya bilang tadi. Awalnya teman saya ini hanya menjadi reseller tas wanita dengan sistem dropship memanfaatkan aplikasi chatting Blackberry Messenger. Memesan pada suplayer hanya ketika ada pembeli. Bulan-bulan pertama hanya berhasil menjual tiga sampai lima buah tas. Hingga akhir tahun 2015 setelah membawahi beberapa reseller, omzet terbanyak yang berhasil dicapai sekitar sepuluh juta rupiah per bulan. Ketika ditanya laba bersih, teman saya mengatakan hanya sepuluh persennya.

Pindah Bidang

Bisnis daring tidak pernah adem ayem saja. Teman saya bercerita, ada yang sering sekali meremehkannya. Istilah bahasa Jawanya, “dikendoni” (terjemah : dipatahkan semangat). Sering dinasehati kalau berjualan tas untungnya sedikit. Ternyata itu adalah konspirasi untuk merekrut teman saya menjadi reseller produk pakaian “meh”. Kenapa “meh” ? Usut punya usut, ternyata teman saya ini pernah membeli produk yang dimaksud. Foto yang dipajang terlihat bagus sekali, namun barang yang diterima ternyata tidak sesuai harapan. Teman saya pun mengabaikan saja bujukan-bujukan untuk mengganti barang dagangan.

Suatu hari, seorang teman lain bercerita pada teman saya kalau ia mendapatkan omzet minimal lima juta rupiah dari berjualan kosmetik. Itu minimal, ketika sepi orderan. Itu kalau sedang sepi, kalau sedang ramai bisa berkali lipat dong ya? Karena penasaran, teman saya pun mencoba. Dengan modal awal Rp. 3.500.000,- bisa kembali modal dalam waktu dua minggu. Melihat prospek yang lebih bagus, teman saya pun pindah ke penjualan produk kosmetik sampai sekarang memberdayakan 5 admin untuk membantunya.

Ketika saya tanya adakah pengalaman paling berkesan selama menekuni usaha berjualan secara daring, teman saya mengaku ada pengalaman yang akan selalu diingatnya. Pernah suatu kali teman saya ini lalai ketika mengirim pesanan pelanggan. Sebetulnya si pelanggan hanya order satu unit namun dikirim dua unit. Surprisingly, si pelanggan orang yang jujur sehingga kelebihan unit pun dikembalikan.

Manajemen Waktu

Saya sudah bilang belum, kalau teman saya ini selain menjalankan toko online juga sedang meniti karir sebagai dosen sekaligus merangkap menjadi ibu dari seorang batita? Ingin tahu, saya pun menanyakan perihal manajemen waktu.

Ternyata kunci utamanya klasik : disiplin. Membagi waktu dan menaatinya. Waktunya mengajar ya mengajar, setelah urusan akademik selesai baru waktunya mengurus toko. Malam hari waktunya merekap penjualan hari itu. Tentu sambil mengurus batita di sela-sela jadwal padat.

Dengan aktivitas tanpa jeda seperti itu, memang agak mustahil mempunyai waktu senggang untuk bersantai sekedar rumpi cantik via chat atau menonton drama Korea. Berat kelihatannya, tinggal pilih mau bersantai tapi bisnis terlantar atau tidak menonton drama tapi bisnis makin besar. Akan tetapi bagi teman saya ini, menonton drama memang bukan prioritas. Well, setiap orang memiliki preferensi masing-masing.

Memilih Jasa Ekspedisi

Kalau ada satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas online shopping, itu adalah jasa ekspedisi. Bagaimana tidak? Lha wong yang mengantar barang dari penjual ke tangan pembeli itu ekspedisi.

Bagi pembeli, kurir ekspedisi adalah pembawa kebahagiaan (belanjaan itu sumber kebahagiaan bagi sebagian orang, serius). Sedangkan bagi pemilik online shop, jasa ekspedisi itu salah satu pembangun kepercayaan. Kalau belanjaan dapat dilacak, lekas datang, sampai dengan selamat, pembeli akan puas sehingga semakin percaya pada toko online yang bersangkutan.

Nah, teman saya ini memilih JNE Express sebagai rekan ekspedisi untuk tokonya sejak kali pertama memulai usaha. Sejak menjadi reseller dropship sampai sekarang menjadi distributor, urusan mengirim paket selalu mempercayai JNE. Cabangnya benar-benar ada di mana-mana. Meskipun beberapa waktu lalu pelayanan sempat sedikit menurun, JNE segera berbenah. Sekarang ada report pada pengirim tiap kali paket diterima. Fasilitas begini sangat membantu lho, bagi para pemilik online shop untuk menghindari pembeli nakal. Jadi tidak ada pembeli yang mencoba menipu dengan mengatakan paket tidak sampai.


infografis cerita baik bersama JNE

Tentang JNE

JNE Express (PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir) didirikan pada tahun 1990, awalnya melayani urusan jasa kepabeanan terutama impor. Namun seiring berkembangnya dunia usaha dan gaya hidup masyarakat, JNE pun berkembang menjadi perusahaan ekspedisi yang dipercaya.

Divisi JNE Express melayani kiriman paket dan dokumen peka waktu tujuan dalam negeri melalui 1.500 titik layanan eksklusif yang tersebar di seluruh Indonesia menggunakan berbagai moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kalau mengira layanan JNE hanya YES, REG, dan OKE saja, salah besar. Sampai detik ini, setidaknya terdapat 15 jenis produk jasa yang dimiliki JNE.

Ada JNE SS (Super Speed) yang mengirim paket sesegera mungkin tanpa mengikuti jadwal rutin dan rute tetap JNE. Ada YES (Yakin Esok Sampai) yang memberikan jaminan paket sampai dalam 24 jam. Ada REG dan OKE yang menjadi idola para pelaku online shopping.

Ada JNE Pelikan yang khusus mengantar dokumen ringan seperti undangan atau compact disc dalam kota. Ada JNE Money Remittance untuk pengiriman uang yang bekerja sama dengan Western Union. Ada JNE PIPO (Pick Up Point) untuk pelanggan yang ingin mengambil sendiri kiriman paket di cabang JNE tertentu.

Ada kotak @Box untuk pengiriman barang elektronik atau pecah belah via udara yang lebih aman. Ada JNE Diplomat yang menggunakan petugas khusus untuk mengantar sendiri barang atau dokumen bernilai tinggi. Ada JESIKA (Jemput Asi Seketika) yang sangat membantu ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI bagi buah hati.

Ada PopBox yang menawarkan kemudahan untuk mengambil paket di loker tertentu. Ada international shipment, JNE Trucking, dan layanan lain. Dan yang terbaru ada aplikasi MyJNE bebasis Android yang menajdi aplikasi wajib bagi penggemar online shopping dan pemilik toko online.

Menambah layanan, JNE telah menyelenggarakan Hari Bebas Ongkos Kirim pada 26-27 November 2016 lalu, dalam rangka ulang tahun JNE ke-26. Harbokir ini tersedia untuk layanan YES, REG, dan OKE dengan maksimal berat 2 kg per resi pengiriman. Meskipun Harbokir kemarin hanya berlaku di 55 wilayah kota besar di Indonesia (tidak termasuk kota tempat tinggal saya), nyatanya sangat membantu terutama bagi penggemar belanja daring. Semoga tahun depan Hari Bebas Ongkos Kirim berlaku secara nasional, ya?

Tips Membangun Online Shop

Setelah membagikan cerita baik bersama JNE mengenai perkembangan toko online miliknya, teman saya pun berbagi tips membesarkan online shop berdasarkan pengalamannya.

1.    Fokus, tekun, konsisten. Jangan hanya semangat di awal lalu mlempem kemudian.
2.    Admin harus aktif. Fast response itu penting karena pelanggan tidak suka digantung. Aktif promosi juga, aktif di sosmed mencari customer yg memiliki minat terhadap barang yang dijual.
3.    Masukkan laba ke dalam modal supaya makin besar.
4.    Pembukuan jangan lupa, supaya tahu progress toko.
5.    Pilih ekspedisi terpercaya. Pembeli senang penjual senang.

Akan tetapi yang penting adalah jangan menyerah, segala yang besar dimulai dari hal kecil.

infografis tips sukses online shop

Punya cerita baik bersama JNE juga ? Yuk share di sini !

lomba blog cerita baik bersama jne


18 komentar

  1. Dulu aku punya olshop jualan batik, karena semua diurus sendiri dari A-Z jadi keteteran plus aku pun kerja.. Cape deeeh, padahal seneng ngurusin olshop tapi ya itu harus fokus ngga bisa disambi. Untuk urusan pengiriman dari dulu selalu pake JNE, aman & terpercaya meski kadang ada beberapa yg miss tapi wajah karena pengiriman lagi rame, JNE top lah pokoknya :D

    BalasHapus
  2. Pengen banget belajar jualan online tapi gak tau harus mulai dari mana haha... Aku menikmati banget pengalaman temen mba yang diceritakan diawal, itulah salah satu kekhawatiran ku ttg onlineshop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai dari unggah foto mbak, kalo saya gitu. Baru mulai juga ๐Ÿ˜Š

      Hapus
  3. Baguss mbaaak infografiss nyaa ๐Ÿ˜
    JNE favorit emang mbak yaaa. . Terpercaya dan andalan banget. ๐Ÿ˜Š suksess yak lombanya, salam kenaal. .

    BalasHapus
  4. mbak keren banget infografisnya hhe :D
    good luck yaa ^^
    aku juga suka banget kirim2 pakai JNE, dulu juga pas punya olshop ya kirim2 pakai JNE, soalnya gimana ya ahahah.. cepet dan enak banget fitur2nya :D

    salam kenal
    http://www.fujichan.net/

    BalasHapus
  5. Wih keren bisa untung sampe 40 juta sebulan, ngiri banget bisa kayak gitu juga. Saya juga jualan online, dan JNE termasuk salah satu jasa ekspedisi terbaik yang pernah saya gunakan. Sukses!

    BalasHapus
  6. Yeeeay keren saya juga pelanggan setia JNE di Kudus sejak lama.betewei keren banget euy info grafisnya mb๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  7. Keren banget manajemen time temanya mbak.., salut aku! Bisnis kek gini memang cocok pki JNE! Btw terkait JNE, aku punya pengalaman juga lo.., silahkan mampir http://www.yellsaints.com/2016/12/paket-misterius-dari-jne.html

    BalasHapus
  8. keren sekali bekerja sama dengan JNE

    BalasHapus
  9. JNE memang menjadi satu - satunya kurir yang saya gunakan untuk kurir olshop saya mba :), tepat waktu dan harga bersaing :)

    BalasHapus
  10. Enn...pake JNE di daerah saya lebih murah loh.. ๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  11. Wah. Bisa jadi panduan kedepannya nanti. Makasih mak, bisa diikuti nih sepertinya :)

    BalasHapus
  12. aku belum ketemu ide buat jualan di ol shop :(

    BalasHapus
  13. Halo,

    Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung :D

    Salam bahagia,
    Pungky Prayitno

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall