Senin, 02 Januari 2017

LESSON I LEARNED #2 : TAHUN BARU DAN SEMUA ANGKA ITU

year in review, resolusi tahun baru
Gambar pinjam Pixabay

Resolusi 2016 saya tercapai ! Lalu ada yang bilang saya sombong, resolusi ecek-ecek tercapai saja bangga. Apa yang mau dibanggakan ? Toh tidak hanya saya yang berhasil menyelesaikan resolusi 2016. Toh resolusi 2016 saya tidak ‘wah’, tidak challenging sama sekali. Demikian pula dengan pencapaian setahun lalu, tidak ada sama sekali achievement macam menang lomba berhadiah Macbook atau jalan-jalan ke luar negeri. Satupun tidak ada.

Baca : Lesson I Learned #1 :Introvert dan Silaturrahmi
Baca :Resolusi 2016
Namun resolusi tetap resolusi. Saya benar-benar berusaha untuk mencapainya. Menulis setiap hari meski hanya satu dua kalimat. Terjaga lebih lama demi bisa menulis lebih banyak meski akhirnya tidur sebelum pukul dua belas malam karena semakin malam semakin seram.
Baca : When I’m Thinking About Death and The Day After Tomorrow
And I did it. Saya lebih rajin daripada tahun sebelumnya. Blog saya akhirnya TLD bulan September lalu. Saya bisa membuat header sendiri meskipun acak-acakan dan kurang personal dan kurang mengandung taste of art. Saya juga mengikuti kolaborasi dengan dua komunitas blogger : beautiesquad yang rumpi banget dan emak-emak blogger yang arif dan bijaksana. Saya suka keduanya. Ah, saya juga bergabung menjadi Exclusive Curator Moeslema.com batch II.
Baca : Beautiesquad Smokey Eyes Challenge
Baca : #CollaborativeBlogging : Tentang Nikah Muda, Edward Cullen, dan Cinta TanpaSyarat
Saya juga menghidupkan lagi online shop saya. Mampir ya ke instagram @divabydianvika ? J Isinya jilbab instan dan celana anak-anak.
Baca : Membangun Online Shop yang Dipercaya Pelanggan
Tapi di balik itu semua, ada hal-hal yang seringkali membuat saya gusar. Bahwa saya masih saja bukan siapa-siapa. Bahwa saya masih menjadi seseorang yang fit in, bukannya stand out. Bahwa pageviews Jurnal Saya masih di kisaran 10.000 sekian per bulannya. Apalah Jurnal Saya dibandingkan Sistersdyne yang sudah dua setengah juta views. Apalah blog saya dibandingkan Annisast yang garang berkarakter dan memiliki lebih dari 400 subscriber blog. Apalah topik Beauty Things saya dibandingkan Racun Warna Warni yang melegenda dengan total hampir 15 juta views. Apalah kategori Persoanal Life dan Personal Thoughts blog saya dibandingkan Alodita.com yang menginspirasi lebih dari 200.000 follower instagramnya.
Baca : When I’m Thinking About Life And Destiny
“Sudahlah, Virly, berhenti saja !”, kata suara-suara di otak saya. Rasanya memang tidak ada gunanya ‘kan, mempertahankan Jurnal Saya yang hanya remahan kerupuk udang di samping sepiring nasi gandul hangat. Tidak perlu lagi sibuk memotret lipstik pagi-pagi. Tidak perlu lelah mencuri waktu untuk berdandan demi memotret FOTD.  Tidak perlu bangun lebih pagi untuk berkutat dengan laptop yang baterainya sudah menua. Tidak perlu berusaha menjadi ramah kepada blogger-blogger lain demi silaturahmi.
Baca : 10 Hal yang Hanya Dialami Beauty-Mom Blogger
Sungguh menggoda kedengarannya. Namun tidak, terima kasih banyak. Suara lain di hati saya mengatakan saya harus mempertahankan Jurnal Saya.

Saya memang agak sensitif soal angka. Peringkat, nilai, IPK, nomor ponsel, tanggal ulang tahun, harga sepatu, bilangan denda tilang, isi rekening, usia, sekarang ditambah jumlah follower media sosial, google analythics, traffict blog, bounce rate, domain authority, page authority, alexa rank, spam score, semuanya terdiri dari angka-angka. Entah itu rangking yang semakin sedikit semakin tinggi derajatnya atau jumlah yang semakin besar semakin bagus, keduanya terdiri dari angka-angka. Angka itulah penentu status di mana saja.
Baca : Tentang Nilai Rapor dan Peringkat
Jurnal Saya masih jauh dari angka 100.000 views per hari. Jauh sekali. Banyak yang harus diperbaiki. Banyak yang mesti dikoreksi. Banyak yang perlu dipelajari.

Ngomong-ngomong soal views, beberapa waktu lalu saya gugling “cara menaikkan trafik blog”. Iya, kadang saya se-desperate itu. Artikel demi artikel di page pertama hasil pencarian saya baca. Beberapa artikel di page kedua pun saya lirik. Kebanyakan artikel tersebut menampilkan cara serupa : SEO. Atau SEO modern, kalau meminjam istilah di salah satu artikel. Intinya adalah konten. Membuat konten yang dicari, konten yang disukai sehingga pembaca berdatangan, kemudian angka-angka meningkat. Kata artikel itu, share link blog ke banyak jejaring sosial atau di kolom-kolom komentar blog lain sudah tidak efektif lagi.

Saya tidak akan menjelaskan soal itu, karena saya bukan ahlinya. Yang menarik perhatian saya justru bagaimana artikel itu ada di urutan pertama halaman pertama. Padahal kalau dilihat dari konten, saya pernah menemukan artikel lain yang kontennya lebih bagus dengan gaya bertutur yang lebih luwes, serta tampilan yang lebih menarik.

Entahlah. Kalau ada yang tahu, mohon berbagi ya?

Sudah 2017 sekarang. Tahun baru harapan baru. Saya tidak akan membuat resolusi kali ini. Yang jelas, saya masih akan memperpanjang domain Jurnal Saya bulan September nanti. Kalau saya masih hidup. Entah bagaimana jadinya blog ini kemudian hari. Saya hanya akan tetap menulis. Karena blogging tidak melulu soal trafik dan statistik.
PS : tulisan ini adalah bagian dari #CollaborativeBlogging

Baca punya mak Ade : Sohibunnisa 2016 Review

24 komentar

  1. Setuju kalimat ini: blogging tidak melulu soal trafik dan statistik :)
    Walau pelan tapi pasti, blogmu dan dirimu akan terkenal, rajin-rajin saja bersilaturahmi, aktif di group atau komunitas blogger yang dirimu ikuti. Nggak mesti ke event untuk aktif, secara online juga nggak masalah.
    Misalnya, ajukan pertanyaan bagaimana menaikkan trafik blog di group KEB :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Noted mak,, terima kasih sudah mampir. :)

      Hapus
  2. Ah angka-angka kadang juga bikin saya pusing. Sekarang saya lebih milih fokus ngeblog. Toh kalo smua dimulai dg hati, insya Allah hasilnya memuaskan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, mikirin angka nggak ada habisnya.

      Hapus
  3. mak virly...!!!

    makin berkarakter ah tulisannya! suka, suka, suka!

    keep on moving mak. insya Alloh bawa berkah jika niatnya untuk ibadah dengan cara berbagi ilmu.

    BalasHapus
  4. Konten is the key, dan belajar dari beberapa blogger top yg humble, pv, da/pa, alexa yg cetar tidak bisa dihasilkan dalam waktu yg sebentar, ada proses dan effort yang terdapat didalamnya. Yg penting jangan berhenti belajar dan tentunya sih sharing2 ilmu sama yg udah pada hebat, itu aja sih yg aku lakuin sekarang utk memaksimalkan blog :D

    BalasHapus
  5. Headernya keren loh. Unik.

    Dan sukaaaaa dengan kalimat terakhir. Nonjok banget.

    BalasHapus
  6. headernya bagus kookkk. ayo semangat nulis dan share! :D

    BalasHapus
  7. Mbak virly orang pati juga kaaaaahhh???? Kok tau nasi ganduuuulllll.... bapakku orang pati mbak, kalo saya orangnya rada ga jelas.
    *salahfokusmintadikeplak, oke fokus.
    Berhubung saya newbie dan buat masup sana sini suka dimintain angka2, mau ga mau jadi merhatiin jg si mbak.... PV masi jauuuuuhhh dari 100.000 (kalo ditendang nolnya tiga ya segituan kali ya), hihihihi walaupun DA PA Alexa jg gitu gitu aja, tetep ga jadi beban2 yg gimana, tapi tetep aku pantau kayak mamak mamak mantau pohon mangga depan rumah gt. Klo ada buahnya syukur, klo engga yo wis. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampuuunnn ada orang Pati selain sayaaahhh,, hahaha
      Yuk mbak kapan-kapan mit ap kalo lagi di Pati.

      Hapus
  8. hehehe, asik juga bacanya..mending jadi diri sendiri dan apa adanya tapi terus konsisten di jalur yg sdh kita pilih ya. Sukses jurnalsaya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik asik :D
      Kalau jadi diri sendiri nggak jadi pencitraan dong?

      Hapus
  9. Iiih pencapaiannha keren kok, semangat virlyyyyy. 100 ribu perhari, wooooow, target yang wooow banget itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan target itu mba win,, asal nulis aja supaya berima. hihihi...
      Makasih loh blogger femes mau mampir ke sini.Terharu saya...

      Hapus
  10. angka2 yg selaLu saya rindukan adalah angka di kalender saat suami gajian dan juga angka nominal yg suami berikan.

    *ya ampuuun, komenku ga banget ya, Mba. Tapi itu serius dari hatiku yg paling dalam

    BalasHapus
  11. Virlyyy,, aku jg sama. Kadang mikirnya pengen berhenti ajah, biar ga usah sibuk mikirin DA,PA,PV,GA,AR yang aku ga pernah ngerti sebelumnya. Ga usah sibuk foto, bikin review, duduk ngetik berjam-jam, bisa tidur siang tiap hari.. haha.. tapi kalo begitu ga da aktivitas dan pasti angka tbangan makin bergeser kekanan (eh,kok malah nyasar ketimbangan. LOL!). Meskipun gak ada apa2 di banding blogger famous lainnya, tapi mereka juga pasti pernah ada di tahap ini baru bisa jadi seperti sekarang. Jadi kita harus tetap semangat yah Vir,..
    semangat emak2!!

    BalasHapus
  12. Kadang aku juga desperate kalau lihat statistik. Mana nggak mudheng SEO dan teman-temannya.
    Tapi menulis tetaplah menulis. Semangat ya mba!

    BalasHapus
  13. Mbaak, nikmatin aja prosesnya, ntar bakal ketemu poin plus Mba di mana. Jangan terobrak abrik lihat pencapaian yg udah di atas. Hihiiii. Setiap blogger pasti punya kelebihan yg bisa diasah. Yakin aja. Semangat yak!! :D

    BalasHapus
  14. Selamat mbak resolusi tahun lalu tercapai, moga tahun ini juga ya :)

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall