Saturday, January 7, 2017

MOISTURIZER SERBAGUNA UNTUK TRAVELLING DAN CERITA LIBURAN UPRIN

redwin sorbolene moisturiser untuk sehari-hari

Jadi, saya kapok liburan pas tahun baru. Alasannya hanya dua sebenarnya : tempat liburan sesak dan susah mencari tempat parkir. Alih-alih menikmati waktu liburan atau menikmati wahana di tempat tujuan, saya malah sibuk berebut oksigen dengan pengunjung lain. Bukan cuma saya, tapi Uprin juga. Kan kasihan.

Baca : Uprin Loves Zoo
Ngomong-ngomong, definisi liburan versi saya adalah pergi ke tempat wisata. Walaupun tanggal merah kalau diam di rumah bukan liburan namanya. Lha wong buat saya tanggal merah atau hitam atau hijau sama saja.

Lalu akhirnya kami (saya dan seluruh keluarga) memutuskan liburan ke Dieng sebelum tahun baru kemarin. Tidak ada alasan khusus, pengen aja. Di dekat sana ada rumah kerabat, jadi sekalian silaturrahmi. Lagipula jaraknya tidak terlalu jauh. Soal jarak ini penting karena kami membawa balita yang rawan rewel.

Waktu berangkat, saya sudah menyiapkan mental baja kalau-kalau Uprin rewel di tengah perjalanan. Menurut pengamatan saya beberapa kali naik mobil jarak jauh, Uprin sering mabuk perjalanan, tidak muntah tapi gelisah dan merengek setelah dua jam berada di dalam mobil. Apalagi kalau jalan yang dilewati terjal dan berliku. Apalagi kalau mencium wewangian. Sama seperti saya dulu, mabuk darat tingkat akut. Makanya saya tidak pernah memakai parfum atau body lotion ke manapun yang naik mobil. Cukup lah minyak kayu putih dan permen mint sebanyak-banyaknya.

Liburan kemarin ini keajaiban, karena Uprin tidak mabuk dan tidak rewel. Yaayyy !!! Padahal jalan yang dilalui penuh rintangan dan kelokan. Tahu sendiri ‘kan jalan di pegunungan Dieng bagaimana ? Mendaki gunung lewati lembah persis ninja Hatori. Dan berkabut. Padahal kami sampai di Dieng sekitar jam sepuluh pagi, tapi kabutnya tebal. Jarak pandang pun hanya sepuluh meter. Macam di dasar lautan saja.

Namun sepertinya pemandangan berkabut di sepanjang jalan ini membuat Uprin penasaran atau merasa asing, dia jadi anteng dan tidak rewel. Mungkin juga dia ikut merasakan hawa tegang yang dirasakan seisi mobil. Gimana mau nggak tegang kalau jalan di depan tertutup kabut padahal jurang menganga lebar persis di kiri jalan. Jadilah liburan kemarin ini perjalanan panjang tanpa rewel Uprin untuk pertama kali.

Telaga Warna & Kawah Sikidang

kawah sikidang dieng

Jam sebelas siang lewat dua belas menit akhirnya kami sampai di pelataran parkir Telaga Warna. Kami melewatkan Gardu Pandang karena apa yang mau dipandang dalam kabut tebal begitu ? Kami juga melewatkan Bukit Sikunir karena ... entahlah kami membawa balita jadi rasanya repot kalau mau ke Sikunir. Lagipula sudah siang. Kapan-kapan saja menonton sunrise di Sikunir, kalau travelling sendirian.

Jarak antara tempat parkir dengan obyek wisata Telaga Warna sangat dekat, hanya menyeberang jalan selebar lima meter. Tiket masuknya Rp. 6.000,- per orang dewasa. Uprin nggak dihitung dong. Hahaha ...

Telaga Warna Dieng ini, yang waktu kami datang kemarin hanya berwarna teal dan hijau lumut, sebenarnya cukup luas. Selain danau berwarna-warni yang menjadi atraksi utamanya, ada juga Telaga Pengilon (bercermin : bahasa Jawa), taman bunga kecil, beberapa sumur, serta sejumlah gua kecil. Lokasinya seperti hutan. Tapi tenang saja, sudah dibuat jalur sepetak di sekeliling telaga supaya pengunjung dapat mengelilingi telaga dengan nyaman tanpa takut tersesat. Saya dan Uprin tidak berkeliling satu putaran penuh. Jauh sekali.

Saya hanya berhasil mengelilingi setengah putaran saja. Melirik Telaga Pengilon sebentar (kurang menarik menurut saya, tidak terlihat seperti cermin dan lokasinya agak terpencil), melihat-lihat sebagian sumur (kurang menarik juga bagi saya, sudah ditandai dengan pagar dan ada tulisan berisi keterangan juga sih), juga berfoto di sekitaran prasasti Batu Tulis (ayo, buka buku Sejarah!).

Pukul dua siang, kami sudah sampai di Kawah Sikidang. Ini objek yang berbeda, ada tiket masuk sendiri Rp. 15.000,- per orang. Seperti biasa, Uprin tidak dihitung. Sesuai namanya, atraksi utama di tempat ini adalah kawah berisi air vulkanik (apa sih istilahnya?) mendidih. Beneran mendidih sampai bisa digunakan merebus telur. Memang di sini ada bapak-bapak penjual telur rebus kawah, ada telur bebek, telur ayam, dan telur puyuh. Semuanya fresh from the kawah.

Uprin suka sekali lari-larian di jalan setapak yang mengelilingi kawah. Memangnya nggak bahaya buat balita ? Kawahnya kan panas. Ya bahaya kalau nyebur. Tapi ada pagar kayu di sekeliling kawah. Tapi orang tua harus tetap waspada.

Selain hanya berkeliling melihat-lihat kawah dan mencicip telur rebus kawah, kalau sedang tidak berkabut bisa menyewa ATV atau motor trail. Saya pengen sebenarnya. Tapi saya kan bawa Uprin. Masa iya Uprin mau saya bonceng naik motor trail? LOL.

Sudah jam setengah empat sore waktu kami kembali ke tempat parkir. Jadi kami pulang. Perjalanan pulang memerlukan waktu hingga tujuh jam. Tentu saja tetap melewati jalanan berkabut yang berbatu, curam, dan berliku. Yang penting hati-hati dan berdoa.
Tips dari saya : pakai jaket dan sneakers! Suhunya rendah, mencapai 12 derajat celcius. Dingin sekali sampai-sampai keluar asap saat membuka mulut. Seperti yang di drama-drama Korea itu, kalau sedang di salju!
Tips lagi : pakai masker ! Bau belerangnya yucky!
Cemilan Khas

jamur krispi cemilan khas dieng

Suhu dingin tentu saja perut cepat lapar. Selama berjalan-jalan di kedua tempat tadi, saya berkali-kali repurchase potato wedges, jamur krispi, dan jagung bakar. Potato wedges dan jamur krispi hanya lima ribuan seporsi, jagung bakar besar tujuh ribu rupiah saja. Kalau diperhatikan, dataran tinggi Dieng memang pusatnya kentang, jamur, dan jagung. Di seluruh kompleks wisata bertebaran penjual tiga jenis makanan ini. Uprin suka tiga-tiganya. Hahaha ...

Oleh-Oleh

carica oleh-oleh khas dieng wonosobo

Tidak lengkap ‘kan, liburan tanpa membawa oleh-oleh ? Seperti konturing tanpa highlight, seperti lead role tanpa side kick, seperti ujian praktik olahraga tanpa ngulang *eh. Buah tangan khas Dieng tentu saja Carica. Macam-macam varian olahannya, ada Carica in syrup yang klasik, dodol Carica, keripik Carica, juga buah Carica utuh. Selain itu ada juga jamur merang besar-besar, Rp. 30.000,- per kilo. Mau membawa kentang segar juga ada.

edelweis suvenir khas dataran tinggi dieng

Selain yang berupa makanan, ada juga suvenir lain yang bisa dijadikan kenang-kenangan. Kalau mau cendera mata yang biasa ada kaos dan sweter Dieng. Kalau mau yang khas dataran tinggi boleh membeli tanaman kering, ada edelweis, lavender, dan pinus. Lucu sih buat pajangan atau properti foto, tapi sepertinya rentan ambrol di jalan.

Suhu Dingin, Kulit Kering

Karena suhu yang cukup dingin, kelembapan udara rendah, kulit wajah, kulit badan, serta bibir jadi rentan kering. Jika kulit wajah saya cenderung oily ketika di rumah, liburan kemarin menjadi normal agak kering. Kulit badan saya yang memang aslinya kering menjadi semakin kering terutama bagian siku dan tumit. Kering sekali. Bibir jangan ditanya lagi, rawan pecah-pecah.
Baca : Never Skip Your Skincare Routine
Tentu tidak mau dong, liburan tapi tangan dan kaki bersisik akibat kekeringan ? Itulah sebabnya saya membawa sejumlah moisturizer untuk wajah, bibir, dan badan.
Sudah saya bilang ‘kan, kalau saya dan Uprin menghindari wewangian di dalam kendaraan karena punya kecenderungan mabuk perjalanan ? Itu sebabnya saya tidak pernah menggunakan body lotion karena aromanya bikin pusing. Tapi liburan kemarin saya memakai body lotion. Karena iklim dingin itu tadi. Jadi, kami memilih body moisturiser tanpa aroma. Memangnya ada ? Ada, namanya Redwin Sorbolene Moisturiser.

kulit sehat dan lembut dengan redwin sorbolene moisturiser

Redwin Sorbolene Moisturiser With Vitamin E

Redwin Sorbolene Moisturiser adalah produk pelembap tubuh asal Australia, yang diperkaya dengan vitamin E, 10% Glycerine, dan sorbitol. Diformulasikan untuk melembapkan dan mempertahankan kelembutan kulit, mengatasi masalah kulit kasar dan bersisik, serta meningkatkan elastisitas kulit.

kulit sehat dan lembut dengan redwin sorbolene

Untuk kita yang muslim, tidak perlu ragu pada produk Redwin ini karena sudah disertai dengan label halal dari AFIC (The Australian Federation of Islamic Council Inc, semacam MUI di Indonesia lah).

Saya membawa Redwin Sorbolene Moisturiser ukuran 100 g waktu liburan kemarin (FYI, ukuran besarnya 500 ml dan 1 liter). Dan saya bisa bilang, moisturiser ini really worth to bring. Sangat multifungsi.

Bisa digunakan sebagai body lotion untuk seluruh keluarga, saya, Uprin, mama saya, juga nenek saya. Fragrance free, colour free, pH balanced, tentu saja aman untuk semua. Konsistensi produk yang creamy namun ringan namun rich (bagaimana mendeskripsikannya ?) sangat ideal untuk melembapkan kulit tangan dan kaki tanpa rasa greasy. Dan si pelembap Redwin ini cepat meresap, bukan tipe lotion yang disiram terus ilang. Kelembapan kulit tetap terjaga seharian.

Redwin moisturiser ini bisa juga digunakan sebagai makeup remover. Hebat loh, bisa membersihkan maskara dan eyeliner yang waterproof dalam sekali usap. Serius! Caranya : ratakan saja lotion Redwin ke seluruh wajah dengan gerakan memutar, lalu usap dengan kapas. Saya tidak membawa makeup remover lain pada liburan kemarin.

Fungsi lain Redwin Sorbolene Moisturiser adalah sebagai diaper cream. Iya, Uprin masih pakai diaper. Saya mengoleskan pelembap badan dari Redwin ini pada Uprin sebelum memakai diaper, untuk mencegah ruam dan iritasi. Sering juga saya gunakan sebagai pengganti minyak pijat untuk Uprin. Jadi kulit Uprin tetap sehat dan lembut.

Psstt... Redwin Sorbolene Moisturiser ini juga sangat direkomendasikan untuk ibu-ibu rumah tangga yang pekerjaan domestiknya tidak terbatas. Jadi tangan tetap halus meski mengerjakan apa-apa sendiri.

Kebaikan Sorbolene

redwin sorbolene review

Sounds promising ya, si Redwin Sorbolene ini ? Memangnya apa sih sorbolene itu ?
Sorbolene adalah jenis perawatan kulit yang tidak berwarna, berbau, dan tanpa paraben (bahan pengawet). Itulah sebabnya pelembap Sorbolene sangat aman digunakan siapa saja karena tidak akan menyebabkan alergi atau iritasi, bahkan untuk kulit bayi yang paling sensitif sekalipun.

Redwin Sorbolene Moisturiser dapat diperoleh di berbagai drugstore dan supermarket di Indonesia, juga tersedia secara daring di beberapa situs e-commerce. Informasi lebih lanjut kunjungi Facebook Page Redwin Indonesia dan Official Twitter @RedwinID.

Punya pengalaman menggunakan kulit sehat dan lembut dengan Redwin Sorbolene Moisturizer juga ? Share yuk di kolom komentar !

9 comments

  1. Produk baru ya mak? belum pernah dengar. Baca reviewnya kayaknya pas buat dipake disini, disini lagi dingin bangeet..sampe beku semuanya di musim dingin ini, jadi kulit terasa gatal banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah lama kok mbak.
      Wah kalau di Denmark ya dinginnya ampun ya mbak? Perlu banget moisturizer yang ampuh.

      Delete
  2. produk baru tapi aku temasuk kulit berminyak , cocok gak ya

    ReplyDelete
  3. saat traveling memang kadang kulit jadi lupa dirawat, yang ada seringnya jadi kering. saya juga kadang pakai lotion ini mbak, cocok buat di bagian kulit yang sangat kering sekalipun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak, trus kalo bawa Redwin ini praktis ya, satu untuk semua.

      Delete
  4. banyak banget review positif dari si redwin ini. kalau mau beli dmn ya mbak haha :D belom pernah liat soalnya
    apa formulanya comedogenic? soalnya poriku gampang bgt kesumbat huu

    www.fujichan.net

    ReplyDelete
  5. Redwin jadi andalan saya buat mengatasi kulit kering. Rutin pakai Redwin sehabis mandi, kulit lembab seharian di ruangan ber-AC.

    ReplyDelete
  6. Jadi pengen langsung coba redwin nih mba. Apalgi kulitku kering

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall