Rabu, 22 Maret 2017

KENAPA PERLU PAKAI SUNSCREEN ?

sunscreen natural asal bali

Dulu saya ogah pakai sunscreen. Anggapan saya, karena saya jarang keluar rumah dan di sekitar sini banyak pepohonan maka sunscreen tidak terlalu penting. But I was wrong. Radiasi sinar matahari tetap bisa menyentuh kulit melalui jendela kaca dan celah dedaunan.

Baca : Never Skip Your Skincare Routine

Terpapar sinar ultra violet dapat meningkatkan resiko kanker kulit dan penuaan dini.  Radiasi sinar UVA yang menjangkau lapisan epidermis kulit paling dalam  dapat mengakibatkan penuaan dini, kerusakan kulit, hingga kanker. Sementara radiasi sinar UVB menyebabkan sunburn yang gejalanya kulit kemerahan, gosong (menjadi gelap), dan sensasi perih seperti terbakar.

Namun bukan berarti menghindari matahari sama sekali. Waktu kecil, sering ‘kan dibilang sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari pagi ? Tidak perlu saya tulis di sini ‘kan, manfaat vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi ? Jadi, sering-seringlah berjemur sebelum jam 9 pagi. Kalau lewat pukul sembilan, radiasi sinar UVA akan semakin banyak.

Radiasi sinar UVB dapat ditangkal oleh SPF (Sun Protection Factor, sementara radiasi sinar UVA diatasi oleh PA (Protection Grade of UVA). Semakin tinggi angka di belakang SPF, semakin banyak tanda + di belakang PA, semakin bagus juga perlindungannya.

macam-macam-sunscreen-untuk-sehari-hari

Sunscreen ada yang sifatnya melindungi secara kimiawi, ada juga yang melindungi secara fisik (kadang disebut sunblock). Sunscreen kimiawi bekerja dengan cara memfilter sinar UV yang mencapai kulit, biasanya lebih ringan, dan tanpa warna. Komposisinya benzophenone, cinnamate, salycilate, octisalate, atau octinoxate. Sementara sunscreen yang bersifat fisik bekerja dengan cara menciptakan semacam lapisan tipis di atas kulit yang memantulkan kembali sinar UV. Komposisinya mengandung logam, misalnya zinc oxide, iron oxide, atau titanium dioxide. Itulah sebabnya kadang terlihat ada white cast ketika memakai sunscreen.

Sunscreen ada yang terasa ringan namun ada juga yang rasanya lengket. Untuk sehari-hari, yang ringan lebih direkomendasikan. Misalnya, Skin Aqua UV Moisture Milk, Emina Sun Protection, Vitacreme Day Cream Sun Protection. Produk-produk tersebut sangat ringan, tidak ada bau logam, dan minim white cast.

Namun ketika berada di tempat yang paparan sinar mataharinya lebih banyak seperti di pantai, diperlukan sunscreen yang lebih kuat. Setuju ‘kan, kalau ketika di pantai itu kulit rasanya seperti terbakar dan habis itu gosong belang ? Padahal piknik di pantai seperti di tempat wisata kawasan pantai Kuta itu asik.

tempat wisata kawasan pantai kuta bali
Gambar pinjam Indonesia.travel.com

Untuk meminimalkan kulit gosong selama main air di pantai, jangan lupa pakai sunscreen yang water resistant. Karena sedang di Bali, boleh juga mencoba sunscreen buatan Bali.
Baca : Moisturizer Cream Asal Bali
sensatia botanicals sunscreen

Saya punya Sensatia Botanicals Surf Naked Sunscreen yang komposisinya hanya 3 : coconut oil, candellila leaf wax, dan zinc oxide 20%. Ini sunscreen yang heavyweight, konsistensinya seperti butter tapi lebih padat, butuh usaha untuk meratakan ke seluruh permukaan kulit tapi tidak greasy. Ada white cast yang cukup kentara dan ya, sunscreen ini tahan air.
Jadi, happy piknik tanpa gosong !

Kiss kiss


(ADV)

1 komentar

  1. Mantai tanpa suncreen siap-siap gosong. Bener bangeeeettt

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall