Senin, 20 Maret 2017

MOMMALIFE : 3 TAHUN DAN MASIH ASI ?

extended breastfeeding

Iya, Uprin masih ASI. Umurnya sudah lebih dari tiga tahun dan dia masih ASI. Di awal-awal Jurnal Saya, sudah pernah saya tulis seputar extended breastfeeding. Waktu itu Uprin masih 2 tahun lewat sedikit. Karena masih di era pencitraan “serba positif”, saya kutip penjelasan-penjelasan mengenai manfaat extended breastfeeding di sana.

Baca : Extended Breastfeeding buat Uprin
Kalau sekarang saya ditanya lagi kenapa milih extended breastfeeding, saya akan menjawab : “geunyang!” LOL. Ya memang tidak ada alasan khusus sih. Saya cuma males nyapih. Males jelasin kenapa nggak boleh mimik lagi, males bikin susu kalau Uprin bangun tengah malam, males mikirin konsep weaning with love.
Baca : I Love My Daughter, But Not That Much
Saya hanya merasa menyapih Uprin bukan isu urgent yang harus segera dieksekusi. I mean, saya di sini dan bisa menyusui on demand. Kenapa harus ada acara sapih-menyapih ? Toh nanti kalau sudah besar akan tersapih sendiri.

Sama halnya dengan toilet training. FYI, Uprin memakai diaper selama lebih dari tiga tahun. Like, pakai diaper every single days. Saat batita-batita lain sudah diajari toilet training dari umur satu tahun, saya masih membiarkan Uprin pakai diaper. Alasannya pun sama, saya males ngajakin Uprin ke kamar mandi tiap satu jam sekali, atau menawarkan pipis 30 menit sekali. Saya males adegan ngompol di ruang tamu, males ngajarin cara bilang mau pipis. Saya pikir, kalau udah waktunya akan lepas diaper sendiri.

Dan benar, Uprin baru satu bulan lepas diaper. Toilet training berhasil sejak  hari pertama. Tidak ada cerita Uprin pipis di ruang tamu. Ngompol masih sih sekali sekali di malam hari, frekuensi ngompolnya hanya sekali seminggu. Membanggakan dong ? J

Back to ASI, saya sering dengar kalau setelah kandungan ASI setelah 2 tahun tidak bagus lagi. Malah ada yang bilang ASI udah basi. What the ...

Padahal bukan begitu. Produksi ASI sebenarnya masih sama, tapi kebutuhan gizi anak lebih banyak sehingga ASI saja tidak cukup. Bukannya tidak boleh lagi mimik ASI. Uprin juga tidak 100% ASI kok, makan nasi 3 kali, ngemil all day long, dan minum susu gelas juga. Bisa ngamuk dia kalau cuma dikasih ASI. Balita kan resek kalau lagi laper.

...

Saya akan dinyinyirin ibu-ibu lain kalau bilang menyusui itu mudah dan sangat alami. Saya tahu banyak di luar sana ibu-ibu yang berjuang mati-matian untuk bisa memberikan ASI pada anaknya. Ada yang ASI tidak keluar, ada yang bayinya menolak menyusu, ada yang pumpung semalaman demi memenuhi kuota ASI esok hari, ada yang terpaksa membawa bayinya berjualan di pasar demi ASI eksklusif.

Setiap ibu punya breastfeeding journey yang berbeda. Saya salah satu yang beruntung bisa menyusui tanpa kendala, bukan cuma 6 bulan atau 2 tahun melainkan 3 tahun lebih.
Percaya atau tidak, saya tidak punya tips apa-apa untuk bisa menyusui hingga extended. But yeah, nutrisi harus tercukupi dan make everything simple alias jangan banyak drama.

Bila perlu, konsumsi juga booster ASI yang bisa meningkatkan produksi ASI. Pilih yang mengandung protein dan bahan stimulator ASI, misalnya ASI Booster Tea. Cara minumnya mudah, bisa dicampur susu, teh, jus, atau es krim. Bahan-bahannya ada anise seed (mencegah kolik/kembung), fenugreek seed & powder (stimulator potent untuk produksi ASI), fennel seed & powder (mengandung flavonoid dan kumarin untuk meningkatkan produksi ASI), bubuk kayu manis (anti infeksi dan mengurangi kolesterol), biji habbatussauda (meningkatkan daya tahan), moringa (kaya protein dan asam amino esensial), dan alpinia powder (merangsang produksi ASI).

ASI Booster Tea
Foto milik ASI Booster Tea

Yang perlu diingat, aktivitas menyusui itu bukan sekedar memberi ASI. Tetapi juga ada bonding, proses membentuk trust anak kepada orang tua, juga membentuk kepercayaan diri sang ibu. Jadi perlu sekali dukungan dari orang-orang sekitar. Kalau si ibu sedang pumping, ambil alih dulu anaknya. Kalau si ibu belum bisa menyusui, beri arahan bukannya kritikan. Kalau si bayi menolak menyusu, jangan disalahkan ibunya. Kalau si ibu pengen makan es krim, jangan dilarang dengan alasan nanti ASInya dingin ...

Duh, kenapa daya jadi sok bijak lagi !

Intinya, ya sudahlah mau ASI sampai dua tahun, tiga tahun, empat tahun, tidak udah dipermasalahkan. Kalau pengen ya silakan, kalau tidak sanggup ya jangan dipaksakan. Yang penting stop saling nyinyir, oke ?

Kiss kiss.


(ADV)

1 komentar

  1. Waaaah mommy keceeh, dulu jaman aku bocah pernah di bilangin kalo pinggir bibir aku gelap karena dulu jaman bocah asinya lama, apakah itu benar mom atau hanya hoax semata?
    *serius nanya

    www.rahmabrilianita.com

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall