Saturday, September 23, 2017

BATTLE PRIMER SERATUS RIBUAN : THE ORDINARY vs L’OREAL

primer drugstore bagus

No prime is a crime. Siapa yang punya motto make up begitu ? Saya iya. Alasannya karena kebiasaan aja sih. Rasanya ada yang kurang kalau nggak pakai primer. Bahkan seringnya saya pakai primer langsung powder, tanpa foundation atau BB cream.

Baca : Battle BB Cream 28ribu vs 280ribu
Tapi selain karena kebiasaan, pakai primer memang bikin make up lebih gampang. Primer juga menjadi semacam shield antara kulit dengan produk make up. Walaupun nggak dikasih shield juga nggak apa-apa sih. Like I said, kebiasaan.

Ngomong-ngomong soal kebiasaan, saya biasanya suka (dan memang cari) primer yang punya efek blurring. Yes, I have giant pores dan itu jelek banget. Primer memang nggak bisa menyulap muka langsung mulus seketika (you need photoshop, instead), tapi seenggaknya itu pori-pori segede neraka agak tersamarkan.

Saya pakai 2 primer ini beberapa bulan belakangan : satu dari The Ordinary dan satu dari L’oreal. Dua-duanya punya klaim yang agak mirip : sama-sama blurring. Range harganya juga sama : sekitar seratus ribuan rupiah. Kemasannya serupa : tube warna putih, oh oke, punya The Ordinary abu-abu. Apa lagi ? Keep reading !

Nama, Klaim, dan Harga

primer the ordinary

The Ordinary High Adherence Silicon Primer (USD 7,9/30 ml)
High-Adherence Blurring Surface Smoother And Primer. Makeup Adherence, Visible Surface Texture, Hydration.”

L’oreal Paris True Match Blur Cream (Rp. 134.000,-/25 ml)
“Micro Blur Technology, Soft Focuses Skin, Optically Smooths Pores. Non Greasy Weightless, Texture Fuses Skin For A Barely-There Sensation.”

Packaging

review the ordinary high adherence silicon primer

The Ordinary : dikemas dalam tube khas The Ordinary yang pipih lebar pendek berwarna putih dan abu-abu. Dengan tutup fliptop dan disertai box karton. Seems pro. Segala keterangan seperti ingredients, deskripsi, dan cara menggunakan ada di box.

review loreal paris true match blur cream

L’oreal : tubenya lebih panjang tapi ramping, warna putih juga, tutupnya ulir berwarna perak. Mulut tubenya lebih kecil dibanding punya The Ordinary. Tapi si L’oreal nggak dilengkapi box. Keterangan klaim, how to use, dan ingredients ada di bodi tube.

Ingredients

primer untuk kulit kering

The Ordinary : Aqua (Water), Isodecyl Neopentanoate, Dimethicone, Dimethicone/Bis-Isobutyl PPG-20 Crosspolymer, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Isohexadecane, Hexamethyldisiloxane, Isoceteth-20, Polysilicone-11, Tocopherol, Polysorbate 60, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Phenoxyethanol, Chlorphenesin.

primer untuk kulit sensitif

L’oreal : Dimethicone, Dimethicone Crosspolymer, Silica (Nano)/Silica, Isododecane, Aluminum Hydroxide, Disodium Stearyl Glutamate, CI 77491, CI 77492, CI 77491/Iron Oxide, CI 77891/Titanium Dioxide.

Tekstur & Scent

primer blur yang bagus

The Ordinary : teksturnya seperti lem, berwarna putih agak lengket. Baunya agak clinical, reminds me of sesuatu yang bersih. Bukan seperti antiseptik loh, ini ada wangi manis yang super subtle. Pokoknya gitu lah.

L’oreal : sediaannya lebih padat, kering, warnanya serupa warna kulit, tanpa bau.

Performa

The Ordinary : High Adherence Silicon Primer ini cenderung hydrating. Ketika diaplikasikan rasanya lengket, tapi ada sensasi sejuk. Setelah beberapa saat, permukaan kulit akan terasa sedikit lebih halus meski pori-pori nggak se-ngeblur itu. Sayangnya, kalau dipakai di area undereye saya merasa mata agak pedih dan kurang bisa menyamarkan fine lines.

Soal ketahanan, cukup bagus. Bedak saya nempel hingga 4 jam. Single use loh itu, nggak pakai BB, CC, DD, atau apapun. Cuma primer The Ordinary dan powder. Tapi kulit saya nggak terlalu oily sih. Oh, well, primer The Ordinary ini memang bagus buat dry skin sih, according to Skin Carisma

L’oreal : begitu dioleskan ke kulit langsung ngeblend dan set, kulit kelihatan ngeblur dan matte. Tapi kalau langsung bedak rasanya agak slip, terasa licin seperti si powder nggak mau nempel. Tapi sebenernya nempel sih, hahaha ...

Bagusnya, si L’oreal Paris True Match Blur Cream ini bagus banget buat ngisi fine lines di area undereye. Nggak seperti diphotoshop juga sih, tapi lumayan lah bedanya.

Soal ketahanan menurut saya sama dengan primer The Ordinary. Powder saja bisa tahan sekitar 4 jam-an. Kalau pakai foundation tentu lebih bagus.

Which One I Love The Most ?

Saya lebih suka primernya L’oreal sebenarnya. Saya suka efek blurring dan matte yang dihasilkan. Tapi saya kadang pakai dua primer ini sekaligus. Si L’oreal Blur Cream saya pakai di area undereye, hidung, dan dahi. Sementara primer silikonnya The Ordinary saya pakai di area pipi dan dagu.

Pernah coba primer The Ordinary dan L’oreal juga ? Atau punya primer holy grail lain ? Share dong opini kamu !


Kiss kiss

4 comments

  1. Eh awal baca kirain si loreal yg bakal kalah saing 😂😂😂

    Dia sering dapat review bagus ya si loreal 😯😯😯

    Aku suka pakek Rimmel stay matte buat primer sih 😂 enak buat kulit berminyak nut no blurring effect 😂 Kalo yg blur blurr pakek Monistat 😯

    arokopa.com

    ReplyDelete
  2. Ah, mereka punya kekurangan dan kelebihan masing-masing ya tapi dari dulu emang penasaran sama si L'oreal ini sih tapi masih maju mundur gitu mau belinya. Hehe

    www.rima-angel.com

    ReplyDelete
  3. Aku punya pori2 yg lumayan,mungkin bisa mencoba ini.

    www.dinalangkar.com

    ReplyDelete
  4. cara ngereview primer gimana sih? wkwk aku suka gangerti ini primer sebenernya gunanya apa di wajahku wkwk selama ini cuma pake si catrice doang

    heyyyyyjudeeeee.wordpress.com

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall