Wednesday, January 17, 2018

7 ALASAN HARUS NYOBA LUNPIA CIK ME ME, NOMER SATU PALING LUCU

lunpia cik me me semarang

Bo’ong ding. Emangnya ini portal onoh yang isinya clickbait semua. Hahaha.


Abaikan !

Speaking of lunpia (yang bener emang namanya “lunpia” ya, kita aja yang nyebutnya “lumpia”), di Semarang tuh ada banyak banget penjaja lunpia. Mulai dari yang konternya berupa gerobak di pinggir jalan sampai yang warungnya dibikin a la resto. Ya secara lunpia memang ikon kuliner kota Semarang.
Baca : Di Verve Bistro, Bisa Ngapain Aja ?
Tapi tahu nggak lunpia mana yang paling enak ? Sebenernya tergantung selera sih. Kalau saya pilih Lunpia Cik Me Me. Kenapa ? Alasannya banyak.

lunpia cik me me halal

Pertama, Lunpia Cik Me Me ini merek lunpia pertama yang mendapat sertifikat halal MUI. Enggak perlu khawatir isian lunpianya ada kandungan non-halal. Dan tentu saja enggak perlu khawatir pisau atau talenan atau alat masak lain bekas dipakai mengolah bahan makanan non-halal. Ini penting banget buat muslim seperti saya.

Kedua, rebungnya enggak bau pesing. Yes, you read right. Kan sering tuh ada lunpia yang rebungnya bau pesing karena enggak diolah sempurna. Saya enggak nemu yang begitu di Lunpia Cik Me Me. Ternyata rahasianya ada di durasi memasak. Di Lunpia Cik Me Me, rebung dipilih dengan seksama dan dimasak sampai benar-benar tanak sebelum diracik bersama bumbu dan isian lunpia lain.

Ketiga, Lunpia Cik Me Me punya banyak varian lunpia. Selain varian Plain (hanya rebung) dan Original (rebung, telur, dan ayam), ada beberapa varian lunpia modifikasi : Jamur Nusantara, Kambing Jantan Muda, Fish Kakap, dan Crab. Seru, ya ?


toko lunpia cik me me

Keempat, toko Lunpia Cik Me Me kondusif banget. Ada dua lantai tempat makan yang cukup luas, lengkap dengan musholla dan playground anak. Tips : pilih lantai 2 aja, lebih luas dan bisa ngintip pembuatan lunpia dari atas.

Ada meeting room juga loh di Lunpia Cik Me Me. Enggak perlu nyewa malah. Cukup Rp. 50.000,-/pax dengan minimal 15 pax sudah bisa memakai meeting room selama 3 jam plus berbagai menu lunpia dan free flow minuman.

Kelima, harganya enggak bikin cash flow jebol. Lunpia di Cik Me Me dibanderol mulai dari Rp. 8.000,- hinga Rp. 20.000,- per porsi.

Keenam, lunpianya awet meskipun dibuat tanpa pengawet. Di Lunpia Cik Me Me kanaAda versi lunpia goreng dan lunpia basah (surprisingly, saya lebih suka versi basahnya), yang goreng bisa tahan 24 jam, sedangkan versi basah bisa tahan 8 jam di suhu ruang.


lunpia dengan bonggol brambang

Ketujuh, plating lunpia Cik Me Me insta-worthy. Hahaha, ini penting juga. Jadi, di piring (actually karton sih) platingnya ada lunpia yang sudah dipotong-potong, disiram saus coklat di sudut piring, diberi irisan mentimun, cabai hijau, dan yang paling stand out ada batang daun bawang merah. Ngomong-ngomong, si batang daun bawang merah itu bukan sekedar garnish. Itu obat anti mabuk perjalanan tradisional loh. Anti masuk angin. Cara makannya memang agak repot sih mesti digigit dari bonggol bawang merahnya. Tapi worth to try banget mengingat manfaat dan sensasinya.
Awalnya Bernama Lunpia Delight

Dari awal ngomongin Lunpia Cik Me Me ini tokonya di mana sih ? Ada yang belum familiar ya ? Saya juga tadinya bingung meraba-raba lokasi Lunpia Cik Me Me ini di mana pas pertama kali diundang. Begitu disebut dulunya Lunpia Delight, baru ngeh. Itu loh, yang di Jalan Gajamada (kalau dari Jalan Pandanaran lurus aja ke Simpang Lima, belok kiri sebelum Mall Ciputra, lurus lewat lampu merah, Lunpia Cik Me Me ada di kiri jalan).

Bener banget. Lunpia Delight yang berdiri sejak 2014 sekarang rebranding jadi Lunpia Cik Me Me. Biar lebih terdengar lokal. Kan ikon kuliner lokal. Rebranding ini juga berimbas pada perubahan logo. Awalnya hanya ditulis Lunpia Delight saja, kemudian ditambah nama Cik Me Me dengan font kecil pada 2016, lalu sekarang frase Lunpia Cik Me Me memenuhi logo sementara kata Delight ditulis dalam ukuran font kecil.

Tapi meskipun rebranding, rasa lunpianya tetap seenak dulu kok.

Pelajaran Womenpreneurship


owner lunpia cik me me

Yang lihat Insta Story saya ingat dong tanggal 6 kemarin saya dapat kesempatan ngobrol langsung sama ownernya Lunpia Cik Me Me ? Namanya Cik Me Me. Yaiyalah hahaha.

Orangnya cantik banget beneran, aslinya jauh lebih cantik dari pada foto-fotonya di brosur. Dan tahu nggak kalau Lunpia Cik Me Me ini dibangun sendiri oleh Cik Me Me bersama papanya yang maestro lunpia ? Saya kira tadinya Lunpia Cik Me Me ini semacam usaha turun-temurun, Cik Me Me tinggal meneruskan. Ternyata bangun sendiri dari nol.

Kalau ilmu lunpianya sih turun-temurun. Cik Me Me ini generasi kelima dari Lunpia Semarang yang sudah eksis sejak 1870. Cik Me Me sendiri sudah bergelut dengan ilmu pembuatan lunpia sejak kecil. Sampai sekarang punya label lunpia sendiri, Cik Me Me masih menangani pembuatan lunpia langsung. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga operasional toko.


dinasti keluarga lunpia semarang

Keren, ya ? Mengingatkan saya kalau mau berhasil ya harus usaha (dan perempuan harus bisa berhasil di atas kaki sendiri). Jangan cuma bengong sambil nyanyi Gorgeous-nya Taylor Swift di pinggir jendela ! Hahaha ...

Ada yang suka Lunpia Cik Me Me juga ? Share dong ceritanya !

Kiss kiss
Lunpia Cik Me Me : lunpiacikmeme.com | Instagram | Maps
(ADV)


3 comments

  1. Lunpia cik me me emang recommended ya..aku suka yang plain hehe..

    ReplyDelete
  2. Aku kalau makan di sini suka yang jamur nusantara :D

    ReplyDelete
  3. Aku lebih suka yang goreng. Biasanya kalo beli pilih plain, murce hihiii tapi teteup enak 😁

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall