Monday, March 5, 2018

NGOPI CANTIK BEAUTIESQUAD EPISODE 4 & 5

NGOPI CANTIK BEAUTIESQUAD

Tahu kan, program rutin Ngopi Cantik Beautiesquad? Baru jalan 5 episode. Doakan bisa nyampe 500 episode deh ya biar kaya sinetron jadul. Actually, Ngopi Cantiknya udah bulan Januari dan Februari kemarin. Telat banget baru nulis sekarang di blog. Eh tapi founder mah bebas ya? *tabok


Karena frase “founder mah bebas”, saya tulis sekaligus deh episode 4 dan 5. Toh materinya senada : tips nulis. Episode 4 ngomongin soal PUEBI bareng Teteh Langit Amaravati, episode 5 ngomongin cara nulis artikel beauty yang bagus bareng Beauty Journal.
Baca : 5 Indonesian Blogger I’m Currently Influenced By
Kenapa Perlu PUEBI?

Kenapa enggak perlu? Blognya pakai bahasa Indonesia kan? Ya harus menganut tata basa Indonesia dong. Wait, ada yang belum tahu PUEBI itu apa? Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Dulu disebut EYD. Namanya buatan manusia, pasti berkembang dan ada perbaikan di sana-sini. Intinya sih panduan menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Meliputi peletakan tanda baca, penggunaan huruf kapital, penulisan kata bahasa asing, penulisan diksi, dan sebagainya.

Naif banget deh kalau kalian merasa beauty blogger enggak perlu mempelajari PUEBI. Beauty blogger kan nulis review, tips, dan macem-macem toh? Kasihan pembaca kalau tulisan kalian berantakan. Bukan enggak mungkin pembaca ogah balik ke blog kalian. Ya ada sih, blog yang pageviewsnya gede padahal tulisannya berantakan. Tapi kalau saya sih males mampirnya.

“Ini kan beauty blog, bukan skripsi. Nggak harus seserius itu,” atau

“Aku kan sengaja nulisnya pakai gaya santai biar kaya ngobrol sama pembaca,” atau

“Ah, Kak Virly pelajarin PUEBI juga pageviews segitu-segitu aja.”

Hell. Biarin pageviews dikit tapi kan kredibel dan enggak alay.*sigh

Anyway, gaya ngobrol tapi penulisannya sesuai kaidah kebahasaan juga bisa loh. Enggak ada korelasi antara gaya bertutur dan kaidah berbahasa. Ini juga saya nulisnya gaya santai kok. Enggak kaya skripsi kan? Apa pakai PUEBI? Iya dong, cek deh kalau ada yang perlu direvisi.

Ah, kan ini summary Ngopi Cantik ya harusnya. Hahaha. Jadi, Teh Langit bilang, alasan kenapa PUEBI penting buat blogger antara lain:  
  • Untuk kredibilitas si blogger. Beda lah ya, blog yang tulisannya bener dan yang ngawur peletakan tanda bacanya.
  • Pagerank. Google bilang, salah satu faktor penentu peringkat suatu situs adalah kualitas tulisan (salah satu indikator kualitas tulisan tentu saja tata bahasa).
  • SEO. Konon, kalau ada dua artikel dari dua situs berbeda membahas topik serupa, mesin pencari akan memprioritaskan situs yang tata bahasanya lebih benar.
  • Pembaca. Well, saya jujur saja risih kalau membaca artikel yang you-know-what lah. Alih-alih menyerap informasi yang terkandung di dalamnya, saya justru gatel pengen ngerevisi. *sombong, iya
  • Untuk monetisasi. Brand enggak suka meng-hire blogger yang tulisannya berantakan. Ya ada sih blogger yang jobnya rame meskipun tulisannya berantakan. Ya terserah juga. Hahaha.
  • Lomba blog. Biasanya salah satu kategori penilaian dalam lomba blog ya PUEBI.

Baca : Ngopi Cantik Episode SEO
Where To Find PUEBI?

PUEBI terbaru bisa diunduh di sini. Bisa juga beli versi cetak di toko-toko buku. Murah. Masa beli Fifty Shades of Grey mampu tapi beli PUEBI enggak sanggup? Selain PUEBI, kalian juga pasti butuh KBBI. Untuk apa? Untuk mengonfirmasi diksi kalian itu kata baku atau enggak baku. Kalau enggak baku ya dicetak miring. KBBI daring bisa diunduh di sini.

Implementasi Di Artikel Beauty

Banyak. Huruf kapital di setiap nama ingredients, cetak miring kata-kata asing (eyeshadow, contour powder, blending brush, crease, lid, eyeliner, waterline, tightline, complexion, you name it), penempatan spasi, penggunaan tanda baca, dan lain-lain.
Baca : Nyobain Skincare Baru dari Callista Skin Expert
Wait, Artikel Beauty Yang Gimana?

Yang mana aja. Baik itu artikel beauty yang berupa review produk, daftar rekomendasi produk, tips, tutorial, event report, maupun interview. Masing-masing jenis artikel punya karakter sendiri.

Ulasan atau review produk harus in depth sih. Segala sisi perlu dibedah, mulai dari kemasan,  ingredients, performanya sesuai klaim atau enggak, gimana dipakainya, cocok atau enggak, kelebihan dan kekurangannya, etc. Ya panjang memang. Makanya saya sebel kalau nemu review produk cuma dua paragraf.

Artikel berisi rekomendasi produk beda lagi. Minimal banget produk yang disebut ada 3. Sebutkan apa yang menonjol dari masing-masing produk. Cantumkan juga ulasan singkatnya. Kalau belum pernah nyoba sendiri produknya ya riset lah.

Artikel tips dan tutorial, fotonya harus super jelas. Kalimat-kalimatnya harus efektif, naratif, dan deskriptif. Tipsnya harus praktis, enggak susah, dan berfaedah. Nirfaedah juga terserah sih, siap-siap aja pembaca kecewa.

Kalau event report, bisa ditambah hasil interview kalian pada orang-orang di balik event tersebut. Biar artikelnya enggak polosan kaya press release. Soroti angle tertentu dan kembangkan temanya di sekitar itu. Yang tinggal di daerah terpencil sepeti saya, boleh juga mewawancara sumber melalui whatsapp atau email. Ada sinyal internet kan?
Baca : One Page With Dine Aisyah
How To Write A Good Beauty Article

Pertama, cari ide. Ide bisa datang dari mana aja: situs jejaring sosial, orang-orang di sekitar, atau kalau beneran niat boleh cari di Google Trends. Setelah ketemu ide, breakdown jadi outline atau poin-poin artikel. Lalu riset jangan lupa. Misalnya mau nulis ulasan produk yang kandungannya vitamin C, enggak lucu dong kalau kaliannya enggak ngerti seluk-beluk vitamin C itu sendiri.

Langkah selanjutnya, tulis artikel lengkap. Terakhir, proofreading dan self-editing sebelum dipublish. Eh tunggu, pastikan foto pendukungnya udah siap ya. Sebisa mungkin pakai foto sendiri, terutama ulasan produk. Kalau bukan foto sendiri, cantumkan sumber. Kalau pinjam foto blogger lain,minta izin. Fotonya juga jangan full bokeh alias ngeblur. Jangan terlalu aesthethic sampai mengabaikan esensi (misalnya, foto flatlay kebanyakan properti sampai pembaca bingung mana produk yang direview).

Udah ya? Kayanya kalian udah pinter-pinter kok nulisnya. Tuh udah femes semua. Kalau punya tips lain seputar nulis atau tips jadi femes juga boleh, share sini ya?

Kiss kiss
Thanks to : Langit Amaravati | BeautyJournal

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall