Friday, May 18, 2018

REVIEW : LANKA ARGAN OIL, THE GOLDEN LIQUID


argan oil lanka


Sejak usai gathering Beautiesquad di Jogja bulan Maret lalu, saya akrab dengan face oil. Tadinya saya berasumsi kulit berminyak enggak seharusnya pakai face oil. Apalagi kulit saya oily-combo-acne-prone. Salah skincare dikit langsung jerawatan, skip skincare sekali kulit langsung dehidrasi.

Baca : Beautiesquad First Gathering
Lalu setelah mencoba sebuah face oil lokal khusus kulit oily-acne selama dua minggu, ternyata hasilnya bagus. Kemudian saya mencoba argan oil dari Lanka.

Lanka Argan Oil

Taglinenya adalah the liquid gold everybody needs. Menurut petunjuk penggunaan, argan oil Lanka dapat dipakai untuk kulit wajah, badan, dan rambut. Multifungsi memang, karena argan oil merupakan jenis carrier oil yang sifatnya melembapkan. Tapi kalau dilihat dari volume Lanka argan oil yang hanya 20 ml per botol (harganya Rp. 160.000,- di website), rasanya kok agak sayang kalau dipakai from head to toe. Lol.

FYI, Lanka Argan Oil ini single oil ya, sesuai namanya, isinya terdiri dari 100% Argania Spinose (argan kernel) oil dari Maroko. Seratus persen organik. Tahu dari mana saya si argan oil Lanka ini organik? Bukannya saya seringkali nemu beauty product natural non organik tapi ngaku-ngaku organik? (disclaimer : bukannya saya bilang kosmetik non organik enggak bagus ya, but there’s difference between term “natural” dan “organik”).
Baca : Chyfoura Glow Oatmeal Mask
Argan oil milik Lanka ini mendapat sertifikat Ecocert, USDA Organic, Agriculture Biologicue France, serta sertifikat organik dari EU. Keempat organisasi sertifikasi organik internasional tersebut memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi suatu brand sebelum boleh mencantumlan label organik dari mereka. Misalnya Ecocert yang menetapkan persentase minimal 95% plant-based ingredients dan 10% dari berat total suatu kosmetik berasal dari pertanian organik (tanpa pestisida dan pupuk buatan) untuk bisa mendapat sertifikat organik.

argan oil bersertifikat organik

Kapan-kapan deh ya, saya bahas soal organik-organikan. Mari kembali ke Lanka argan oil.

Manfaat argan oil ini banyak banget karena kandungannya terdiri dari linoleic acid, omega 3 dan 6, vitamin E, serta antioksidan. Mulai dari melembapkan kulit, memperbaiki moisture barrier, anti aging, mengontrol produksi sebum, mencegah komedo, menghaluskan kulit, menutrisi kulit kering, memperkuat kuku dan rambut, juga mengurangi flek bekas jerawat. Klaimnya juga bisa melembapkan bibir kering hingga pecah-pecah.

Performa

Saya mencoba memakai argan oil Lanka sebagai pengganti face moisturizer, body oil, lip moisturizer, dan hair treatment. Enggak semuanya berhasil sih. Di bibir saya yang kering parah, enggak ngaruh. Sebagai minyak rambut, Lanka argan oil ini oke. Sama lah hasilnya dengan hair oil yang biasanya saya pakai.
Baca : Hair Care Routine untuk Rambut Berhijab
Sebagai body oil, argan oil juga bagus. Enggak greasy dan beneran melembapkan kulit tubuh saya yang cenderung kering asal digunakan dalam jumlah yang cukup. Yang ternyata enggak sedikit. Well, meskipun hasilnya bagus, tapi boros ah pakai argan oil untuk body moisturizer.

Jadi idealnya, pakai argan oil untuk kulit wajah saja. Cara menggunakan argan oil di kulit oily acne prone seperti saya agak tricky sih. Saya mencoba beberapa kali sebelum menemukan cara tepat menggunakan Lanka argan oil.

Pertama, saya pakai 3 tetes minyak argan sebagai face moistuizer di malam hari seperti simple skincare routine saya yang biasa (cleanser-toner-face oil). Paginya, muncul whiteheads di beberapa area. Oke, stop sehari.
Baca : Simple Skincare Routine untuk Kulit Acne-Prone
Kedua, saya coba pakai 2 tetes argan oil di pagi hari (cleanser-toner-argan oil-sunscreen). Hasilnya oke, enggak muncul whiteheads dan kulit tetap lembap meskipun seharian berada di ruangan ber-AC. Sayangnya, sebagian foudation dan BB cream jadi enggak nempel.

Ketiga, saya gunakan 2 tetes minyak argan Lanka sebagai face moisturizer di malam hari setiap dua hari sekali, bergantian dengan water-based moisturizer. Selain itu saya pakai argan oil lokal ini setiap usai face scrubbing. Sejauh ini hasilnya bagus. Kulit wajah saya terasa lebih kenyal dan lebih halus saat disentuh, produksi minyak juga lebih terkontrol. Sementara garis halus di area mata enggak berkurang dan bekas jerawat enggak memudar. Face oil memang enggak ditargetkan untuk memudarkan noda di wajah sih.

Tips memakai argan oil dari saya: mulai dari jumlah sedikit, gunakan di step terakhir skincare routine, atau pakai sebagai single skincare alias enggak dibarengi skincare lain, dan tetap pakai water-based moisturizer.

Texture & Scent

review lanka argan oil yang asli

Seperti taglinenya, liquid gold everybody needs, tekstur Lanka argan oil berupa cairan enggak kental berwarna keemasan. Konsistensinya cair, enggak terasa greasy sama sekali dan saat diaplikasikan ke kulit cepat meresap.

Aroma argan oil dari Lanka ini ya selayaknya aargan oil. Mirip aroma kacang-kacangan tapi enggak apek. Saya enggak suka baunya sih.

Packaging

Last but not least, mari ngomongin packagingnya. Lanka argan oil dikemas dalam botol kaca gelap dengan tutup pipet dan disertai boks. Desain visualnya cantik dengan pattern yang terasa ambience middle eastnya. Keterangan yang dicetak di kemasan juga cukup informatif.

Yang agak disayangkan, tutup si Lanka Argan Oil kurang rapat. Kalau diletakkan  di posisi horizontal, akan terasa ada rembesan produk di sekitar leher botol. Selain itu, pipetnya kurang oke. Oilnya seringkali netes sebelum saya teteskan. Buat saya kemasan Lanka Argan Oil kurang travel friendly.

Ada yang suka pakai argan oil juga? Share dong pengalaman kalian!

Kiss kiss.
Lanka Argan Oil : Website | Instagram

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall