Wednesday, June 27, 2018

PENGALAMAN PERTAMA IKUT WORKSHOP BATIK BARENG SOGAN


sogan village

Masih dari rangkaian acara gathering pertama Beautiesquad di Jogja, sekarang saya cerita pengalaman nyobain bikin batik. Enggak lengkap dong ke Jogja tanpa belajar membatik. Bak gayung bersambut, Sogan Batik bersedia mengajari kami anak-anak BS bikin batik sekaligus tour melihat proses pembuatan batik dari lembaran kain sampai menjadi baju-baju cantik.

Sogan Village

Warehouse Sogan Batik, atau biasa disebut Sogan Village terletak di Sleman, daerah pinggiran Jogja. Jaraknya sekitar 45 menit dari pusat kota Yogyakarta (pakai mobil) atau enggak sampai setengah jam naik sepeda motor. Kalau enggak bawa kendaaraan pribadi, tenang aja, taksi atau ojek daring seliweran kok. Saya dan anak-anak Beautiesquad kemarin rame-rame pakai taksi dan ojek daring (saya penikmat ojek, anyway).


Sampai di Sogan Village, kami disambut suasana pedesaan yang semilir namun panas (salahkan matahari Jogja yang panasnya sebelas dua belas dengan Semarang). Tapi halaman utama Sogan Village yang ditumbuhi rumput membentang dan rumpun pepohonan, dipadukan dengan bangunan kayu khas Jawa berhasil bikin anak-anak BS mengusir rasa mager karena panas. Sesi foto pun dimulai sembari menunggu kru Sogan yang masih jam istirahat siang.

Kapan lagi ya kan, bisa foto beralas rumput, ada properti kain batik, sekaligus ada fotografer? What can we say, kami hanyalah para pemuja foto aesthetic. Dan Sogan Village ini tempatnya mendukung banget untuk foto aesthetic!

Selain dari segi estetis, Sogan Village juga fungsional banget. Semacam one stop destination untuk pecinta batik. Ada butik merangkap warehouse. Ada mushola juga, jadi kalian yang muslim enggak perlu bingung pas kebetulan berkunjung ke Sogan Village saat jam sholat.

Enggak cukup hanya bangunan estetis secara visual sekaligus fungsional, kru Sogan juga luar biasa ramah. Welcome banget sama anak-anak BS yang ricuh. Kami diajarin praktik bikin sapu tangan batik, dijamu layaknya tamu, lalu diajak keliling warehouse untuk melihat proses panjang pembuatan batik (meskipun pas kami ke sana sedang tutup karena hari Sabtu).

Oiya, selain rombongan kami, ternyata Sogan Village ini sering didatangi rombongan-rombongan tur yang ingin belajar membatik juga. Coba deh, kontak mereka langsung untuk mekanisme workshopnya.

Proses Panjang Sehelai Batik

workshop batik

Jadi di Sogan Village itu lah batik-batik Sogan dibuat from scratch. Dari mulai desain motif, dibatik, dicelup (diwarnai), pembuatan pola, hingga dijahit menjadi baju-baju cantik yang kalian lihat di instagram Sogan Batik. Kami diajak melihat tempat pengerjaan tersebut sambil mendengarkan cerita proses panjang sehelai batik.

Proses membatik masih dikerjakan manual dengan tangan. Serius, salut banget pada ibu-ibu pengrajin batik yang dengan lihainya meliuk-liukkan canting berisi lilin panas mengikuti garis motif pada berhelai-helai kain. Saya nyobain membatik sapu tangan ukuran 15 x 15 cm yang motifnya enggak rumit aja susahnya setengah mati. Megang canting harus dengan kemiringan yang pas. Suhu lilin enggak boleh terlalu panas atau terlalu dingin. Api kecil di tungku untuk memanaskan lilin cair enggak boleh padam. Dan seterusnya.


Selesai proses membatik yang butuh ketelitian, saatnya kain diberi warna. Jangan dibayangkan seperti mewarnai gambar di coloring book. Kain yang sudah dibatik harus direbus dengan zat pewarna. You read right: direbus. Di tungku. Dengan api. Enggak heran lokasi untuk mencelup kain ini panas banget. Make up rentan luntur karena keringat.
Merebusnya enggak cukup hanya sekali. Perlu berkali-kali proses hingga warnanya intens. Kemudian kain dijemur hingga kering.

Itu baru satu warna. Kalau dalam sehelai kain terdapat beberapa warna, proses mencelup harus diulangi. Tentu bagian yang sudah diwarnai sebelumnya harus ditutup dulu dengan lilin supaya warnanya enggak tercampur.


Selesai diwarnai, berarti kain siap diolah. Masuk lah ke proses pemotongan pola, dijahit, lalu finishing sebelum siap dipasarkan. Panjang banget prosesnya. Makanya jangan heran kalau harga batik tulis itu mahal.

Ada yang pernah ikutan workshop batik juga? Ceritain dong pengalaman kalian!
Sogan Batik : Instagram | Website | Google Map


No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall