Friday, November 2, 2018

PURBASARI LIP CREAM WARNA BARU, LAYAKKAH DIKOLEKSI?



Belum lama ini brand legendaris Purbasari merilis lagi 6 warna baru lip cream seri hydra matte. Sayang sih, menurut saya. Kejayaan lipstik matte kan sudah mulai pudar. Bukannya mending si Purbasari ngeluarin lip gloss aja gitu? Tapi ya udah lah ya, kita tunggu aja ke depannya gimana. Toh ternyata peminat lip cream matte masih banyak banget (ini saya survey ke toko kosmetik lokal) dibanding lip gloss, lipstick metalik, atau jenis yang lain.

Baca: Keseruan Purbasari Influencer Academy 2018 di Semarang
Detail


Dari segi packaging, lip cream Purbasari yang baru ini masih sama dengan versi sebelumnya. Boksnya hitam dengan jendela di area bawah dan nama shade di bagian atas sekaligus berfungsi sebagai segel. Tubenya juga belum berubah. Masih berupa tube akrilik bening kotak dengan tutup hitam dan aksen list warna gold.

Dari segi harga juga masih sama dengan edisi pertama. Lip cream Purbasari ini dibanderol Rp. 50.000,-an per piece. Bisa dibeli di online marketplace maupun toko-toko kosmetik lokal.

Warna


Kali ini Purbasari merilis 6 warna sekaligus untuk melengkapi 5 warna lip cream yang terdahulu. Keenam warnanya tergolong warna-warna aman, cocok untuk mayoritas skin tone orang Indonesia, dan wearable untuk digunakan sehari-hari.


06 Dahlia, ini warna merah cabai. Ada hint warna oranye sehingga saat dipakai memberikan efek wajah lebih cerah.


07 Viola, merupakan warna magenta. Kalau dipakai di bibir saya jadinya hot pink.


08 Lunaria, ini warna rosy pale pink yang cantik banget sebenarnya. Meskipun kelihatan pucat tapi enggak aneh di bibir, malah cenderung mirip warna MLBB. Sayang, teksturnya enggak sebagus dua shade sebelumnya. Yang Lunaria ini lebih kering dan susah rata.


09 Ixia, ini warnanya bagus banget. Antara damask, light brown, nude. Pokoknya coklat muda cantik lah. Enggak kelihatan pucat karena warm tone. Teksturnya enggak sekering shade Lunaria.


10 Ayanna, merupakan warna rosewood. Warnanya di antara coklat-merah-terakota.


11 Magnolia, aslinya ini cakep warnanya. Sayangnya patchy, jadi enggak bagus pas saya apply full lips. Seringnya saya pakai seperti tint.

Bedanya dengan Edisi Sebelumnya

Ini pertanyaan yang krusial. Apa bedanya dengan lip cream Purbasari edisi sebelumnya kecuali warnanya? Sayang sekali, saya enggak menemukan perbedaan yang berarti. Yang paling sayang adalah pemilihan warna-warnanya yang kurang berani.
Baca: Review 5 Warna Purbasari HiMatte Hydra Series
Kenapa saya bilang sayang? Karena performa lip cream Purbasari Hi-Matte ini oke (kecuali shade Lunaria dan Magnolia sih). Pigmentasinya bagus, sekali pulas warnanya langsung keluar. Coveragenya cukup, dapat menutup area gelap di bagian pinggir bibir. Juga tahan lama (saya notice shade Viola tetap stay di bibir sehabis saya makan berat). Kan bagus banget kalau Purbasari merilis lipstik warna-warna ajaib dengan formula begini.


Oh iya, satu lagi catatan saya. Si lip cream Purbasari ini entah kenapa teksturnya enggak konsisten. Saya mencicip lip cream Purbasari 3 kali. Yang pertama saya beli shade Azalea tapi ternyata sebenarnya itu shade Lantana. Lip cream yang itu teksturnya enak banget bahkan sampai sekarang.
Baca: Review LipCream Purbasari Satu Warna Aja
Yang kedua, saya mendapat 5 warna Purbasari Hi Matte Lip Cream edisi lama. Kelimanya punya tekstur yang bagus, tapi setelah enggak lama nganggur, beberapa lip cream jadi menggumpal. Nah, yang ketiga ya sekarang ini. Enam warna baru Purbasari Hi Matte Lip Cream yang ternyata ada 2 shade yang agak fail teksturnya.

Jadi, apakah enam warna baru lip cream Purbasari ini layak dikoleksi? Menurut saya enggak. Punya beberapa warnanya sih oke, tapi kurang special untuk dikoleksi semua shadenya.

Kalau menurut kalian gimana?
Purbasari : Instagram | Shopee

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall