Monday, October 28, 2019

REVIEW: POND’S CLEANSING BALM



Saya nyobain cleansing balm untuk pertama kalinya. Karena kebetulan cleansing oil yang sekarang hampir habis dan waktu itu UNVR lagi ngadain flash sale di Shopee. Langsung atc Pond’s Cleansing Balm yang memang sudah sejak beberapa waktu lalu saya pengen. Harganya Rp 92.000,- jadi Rp 52.000,- setelah diskon.


Detail

Dari segi kemasan, Pond’s Cleansing Balm nggak kelihatan istimewa. Packaging pot kecil (volume 44 ml) tanpa boks luar dengan visual yang remaja banget. Kombinasi warna pink dan pirusnya cheerful sekali. Tampaknya Pond’s memang menargetkan anak-anak remaja yang sedang suka bereksperimen dengan makeup.

Isi produknya berupa balm keras warna putih. Ada aroma wangi generik yang sama sekali nggak mengganggu.

Sayang sekali Pond’s nggak menyelipkan spatula untuk produk cleansing balm barunya. Padahal keberadaan spatula untuk menyendok cleansing balm itu penting sekali untuk menjaga produk tetap higenis. Saya sendiri memakai spatula bawaan produk lain.

Ingredients

Ethylhexyl Palmitate, Cetyl Ethylhexylhexanoate, Peg-20 Glyceryl Triisostearate, Polyethylene, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Butter, Ozokerite, Polysorbate 80, Glyceryl Stearate, Peg-100 Stearate, Caprylic/Capric Triglyceride, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Hydroxystearic Acid, Prunus Armeniaca (Apricot) Kernel Oil, Tocopheryl Acetate, Octyldodecaanol, Rosa Damascena Flower Water, Echium Plantagineum Seed Oil, Cardiospermum Halicacabum Flower/Leaf/Vine Extract, Tocopherol, Phytosteryl/Octylcodecyl Lauroyl  Glutamate, Perfume, Citric Acid, Benzotriazoyl Dodecyl P-Cresol, Potassium Sorbate.


Pada dasarnya, prinsip cleansing balm sama dengan cleansing oil. Keduanya mengombinasikan komponen minyak dan surfaktan.
Baca: Review Althea Serum Cleanser
Beberapa butter di dalamnya membuat cleansing balm ini nggak drying saat digunakan. Pond’s menggunakan derivatif dari palm oil sebagai base, nggak heran teksturnya waxy. Saat dicongkel menggunakan spatula, kelihatan kan si cleansing balm ini mirip banget lilin yang diremukkan?

How I Use

Sesuai petunjuk, saya gunakan Pond’s Cleansing Balm sebagai first cleanser. Cukup setengah sendok teh produk, oleskan ke seluruh permukaan wajah yang kering, lalu pijat. Selama memijat itu, produk meleleh dan melunturkan segala jenis makeup. Lalu bilas dengan air keran biasa. Setelahnya, saya lanjutkan dengan second cleanser.
Baca: Review Senka Whip Cleanser
Performa


Sebagai first cleanser, Pond’s Cleansing Balm bekerja dengan sangat baik mengangkat makeup complexion. Bersihnya betulan tanpa sisa. Tapi saya anjurkan untuk nggak pakai cleansing balm ini di area mata, terutama untuk membersihkan maskara. Perih banget kalau kena mata.


Sama seperti cleansing oil yang biasanya saya pakai, Pond’s Cleansing Balm dapat teremulsi dengan baik saat bersentuhan dengan kulit. Saat dibilas, balm yang sudah meleleh berubah menjadi putih keruh seperti … well, seperti cleansing oil.

Dibilasnya gampang banget. Saya nggak butuh washlap, kapas, maupun air hangat. Rutinitas menghapus makeup tetap gentle. Sehabis dibilas, kulit wajah saya nggak terasa kesat sama sekali.
Baca: Cara Saya Pilih Skin Care
Kesimpulannya, cleansing balm keluaran Pond’s ini cukup untuk first cleansing. Minus area mata ya. Dari segi harga, relatif lebih terjangkau dibanding produk cleansing balm merek lain. Meskipun kalau ditilik dari volume produknya, punya Pond’s ini ternyata ya sama saja. Sebagai perbandingan, cleansing balm dari The Body Shop dijual Rp 139.000,-/90 ml, sedangkan dari merek Banila.co dijual Rp 250.000,-/200 ml.


Ada yang udah nyobain Pond’s Cleansing Balm juga? Gimana menurut kalian?

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall