Senin, 30 Januari 2017

SUDAH SAATNYA BRAND KECANTIKAN LOKAL MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI

bangga pada produk lokal

Ingat ‘kan Jun Ji Hyun selalu menggunakan produk Hera di drama The Legend of The Blue Sea ? Ingat juga ‘kan dokter Kang Mo Yeon  touch up menggunakan cushion dan lipstik Laneige di lift sebelum bertemu kapten Yoo Si Jin di drama Descendants of The Sun ? Ingat juga ‘kan bagaimana booming-nya BB Cream di seluruh penjuru dunia hingga hampir semua brand (bukan hanya brand Korea) merilis produk sejenis ? Not to mention bagaimana produk cushion juga merajalela.


Itu Korea. Di mana produk kecantikan buatan dalam negeri mendapat tempat spesial di hati warganya. Ingat tidak bahkan di video Pony Globetrotter episode Paris, Pony merekomendasikan sebuah masker unik Etude House untuk dibeli para turis yang datang ke Korea sebagai suvenir ? Saya belum menemukan ada influencer Indonesia yang merekomendasikan lulur bengkoang sebagai oleh-oleh bagi para turis asing. Influencer/beauty blogger Indonesia yang khusus mengulas produk Korea ada, tapi saya belum menemukan influencer yang khusus concern pada produk lokal.

Why ?

Atau saya aja ? Kategori #BeautyThings nanti saya lebih concern produk lokal saja ? Lagipula penyumbang views terbesar di JurnalSaya juga ulasan lipstik lokal.

Bukannya saya membandingkan orang Korea dengan orang Indonesia ya. Tapi kita bisa banget mencontoh cara orang Korea bangga terhadap produk lokalnya. Padahal produk buatan Indonesia nggak kalah dari produk buatan luar negeri.

mengapa dan bagaimana kita harus mendukung produk buatan Indonesia

Produk Lokal Terjangkau

Coba saja bandingkan. Palet eyeshadow lokal yang bagus harganya paling mahal dua ratus ribuan. Lah palet eyeshadow luar negeri ? Sampai sejutaan itu yang high end yang cantik banget warnanya.

Lipstik juga nggak kalah. Lip cream buatan Indonesia kurang dari seratus ribu sudah dapat yang pigmented, long lasting, dan nyaman dipakai. Lip cream luar negeri ? Ada tuh yang seperti cat tembok.

Apa lagi ? Brow pomade ? Punya brand lokal ada, bagus, dan terjangkau. Punya brand luar mahal ‘kan ?

Kuteks ? Sudah baca tulisan saya sebelum ini ? Saya punya rekomendasi kuteks peel off yang muslimah-friendly, harganya murah, dari brand lokal. Nail polish dari buatan luar negeri tidak ada yang harga belinya Rp 26.000,-.

produk lokal berkualitas

Baca : Face 2 Face Peel Off Nail Polish
Brush set lokal seratus ribuan lebih sedikit sudah bagus, ketahuan bulunya sintetis. Brush set buatan luar negeri dengan harga sama, biasanya unbranded atau malah KW. Tanpa keterangan terbuat dari bulu apa. Syukur kalau dapat bulu sintetis yang kualitasnya lumayan, lah kalau terbuat dari bulu binatang najis ?

Etc ... etc.

Tidak mungkin saya bandingkan satu per satu produk lokal versus produk luar di sini kan ?

Memang sih, masih ada sejumlah kekurangan yang ditemui pada produk lokal. Misalnya, range warna foundation yang kurang variatif (saya belum nemu ada merek lokal yang punya 49 shade foundation). Atau isu soal sikap latah (well, ada yang menghitung ada berapa brand yang merilis produk lip cream baru-baru ini ?). Juga sepercik kekurang-kreatifan (tanya : kenapa ikut membuat cushion, kenapa ikut membuat micellar water, kenapa ikut membuat brow powder ? Jawab : karena ada demand. Iya lah, ini bisnis).

Tapi kekurangan-kekurangan di atas masih bisa ditoleransi ‘kan ? Pemilik brand, influencer, dan masyarakat adalah sebuah ekosistem yang bisa bekerjasama menjadikan brand lokal tuan rumah di negeri sendiri.

Brand, Influencer, dan Masyarakat

Pemilik brand bisa membuat produk-produk yang benar-benar bagus kualitasnya, kalau bisa yang khas Indonesia, kalau bisa lagi yang unik, lalu gandeng para influencer untuk mengampanyekan produknya. Tentu peran influencer berbeda dengan SPG ya ?

Kemudian para influencer dengan potensi masing-masing menginfluence masyarakat untuk menggunakan produk lokal yang unik, khas Indonesia, dan berkualitas bagus tadi.  Tentu dengan dasar kejujuran dan kebebasan berpendapat namun sopan ya. Karena kejujuran inilah kekuatan influencer, yang membuat masyarakat lebih percaya pada influencer dibandingkan iklan yang dibuat pemilik brand langsung.

Long story short, ketika akhirnya masyarakat memilih produk buatan Indonesia, masyarakat tidak kecewa dengan hasilnya. Lalu melalui referensi mulut ke mulut, produk lokal mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia hingga berjaya di negeri sendiri.

Jika sudah begitu, alangkah lebih baik lagi jika pemilik brand mengembalikan kesuksesan kepada masyarakat juga. Through the CSR (Corporate Social Responsibility), misalnya. Begitulah simbiosis mutualisme bekerja.

Bule : “Can I buy a dozen of Lulur Bengkoang, please ?”
SPG : “Yes, sure. Why do you buy so many Lulur Bengkoang, Madame ?”

Bule : “For my friends, they love Lulur Bengkoang so much. This is very popular beauty product in my country”.

11 komentar

  1. Eh iya yah.. setuju juga *manggut manggut*

    Hahhahaa

    Kemarin abis dari bali kileng2 lalu rutin luluran bengkoang. lumayan :D

    BalasHapus
  2. Yes, penyumbang viewer terbanyak aku juga lippen lokall!! 🙌🙌

    www.liamelqha.com

    BalasHapus
  3. Intinya aku juga tertarik produk luar gara-gara kepincut sama ambassadornya. Wkwkwk. Kayak si cushion laneige dipakai sm song hye kyo, trs produk etude house gara2 iklannya yg bawain krystal f(x). padahal udah tau produk mereka gak bakalan cocok di aku, jd ini yg harus aku salahin modelnya atau aku nya yg gak nahan ngikutin trend. Wkwk.. padahal produk lokal jauh lebih tau kondisi kulitku XD

    depruttt.com

    BalasHapus
  4. Oke, percakapan antara SPG dan WNA ngena banget.. Orang luar ajah bisa cinta produk lokal, masa kita sendiri enggak ya kan.

    www.liamelqha.con

    BalasHapus
  5. Aku juga kalo bisa jajan merk lokal dulu haha soalnya ini perkembangan merk lokal lagi kencenh bangettt

    BalasHapus
  6. Bener banget, saya juga lebih suka pakai lip cream brand lokal karena hasilnya justru lebih nyaman di bibir dan harga terjangkau.

    BalasHapus
  7. setuju bgt sama postingan ini, lippen lokal harganya terjangkau dan kualitasnya ga bisa diremehin :D

    www.jennitanuwijaya.com

    BalasHapus
  8. Setuju.. yuk support local product. Produk lokal yg skrg gak kalah kece sama produk luar deh.

    akpertiwi.com

    BalasHapus
  9. yup, setujuuu ama artikel ini

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  10. Lulur bengkoang itu emang paling banyak disenengin ya mbak, sebab sejak kecil kita dikasi tau kalau bengkoang bisa mutihin kulit hehe

    BalasHapus
  11. yup setuju banget sama tulisan ini. Produk lokal seharusnya lebih dibanggakan.


    anggiputri.com

    BalasHapus

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall