Saturday, August 19, 2017

MERAYAKAN KEMERDEKAAN

hari kemerdekaan indonesia, bendera indonesia

What do I expect for Independence Day, actually ? Nggak ada. Sungguh, saya nggak berharap apa-apa. Lalu, apa saya berdoa untuk kebaikan Indonesia ? Nggak juga. Entah saya yang terlanjur skeptis atau level apatis saya yang keterlaluan, saya se-nggak peduli itu pada negeri sendiri.

Baca tulisan saya Agustus tahun lalu : Tentang Gotong Royong dan Indonesia
Ada cerita soal e-KTP yang konon dikorupsi anggarannya, saya nggak peduli. I mean, orang-orang yang korupsi itu kan punya kesempatan buat korupsi. Kalau kalian pengen korupsi juga ya sana usaha biar jadi pejabat dan punya kesempatan. Kalau nggak suka sama pejabat-pejabat itu ya udah lain kali nggak usah nyoblos aja pas pemilu. Eh, ada hubungannya kan ?

Lalu kemaren kapan saya dengar berita soal perekonomian yang katanya sedang lesu. Reaksi saya cuma : ah, seriusan ? Orang-orang masih pada belanja-belanja tuh.

Saya bahkan nggak tahu isu apa yang sedang aktual. Saya browsing berita dulu sebelum nulis ini, anyway. Yang berujung pada menemukan cerita SBY salaman sama Megawati, dan ada portrait bersama Jokowi dan Habibie. Tau nggak apa yang ada di kepala saya ? Saya nggak menemukan apa yang istimewa pada berita itu. Plis lah, itu cuma salaman, cuma foto bareng. Mereka status sosialnya sama, wajar lah kalau ketemu dan salaman. Kalau SBY sama Lee Min Ho naik helikopter bareng terus mendarat di depan rumah saya, baru saya heran.

Ya ampun, saya nulis apa sih ?

Sebenarnya, saya miris sama diri sendiri karena bersikap seapatis itu. Tapi saya jadi bertanya-tanya, apa yang lain-lain juga begitu atau hanya saya ? Berapa banyak anak muda yang peduli pada Indonesia dan berapa banyak yang masa bodo ?

I mean, kalau saya lihat kemarin, linimasa banjir unggahan bernada nasionalis-patriotis-bangga-pada-Indonesia-and-stuffs. Bukan cuma pas 17 Agustus, tapi juga waktu hari Pancasila, dan hari-hari ke-Indonesia-an lainnya. Beneran orang-orang secinta itu pada Indonesia atau hanya ikut-ikutan ? Kalau secinta itu mana buktinya? Udah kasih apa buat Indonesia ? Selfie pakai tagar “Saya Indonesia” doesn’t prove anything, anyway. Ya nggak ada yang ngelarang juga si.


Udah, gitu aja.

1 comment

  1. Hahahaha, setuju banget!!!! Bener bgt yg bagian 'ikut-ikutan'. Padahal mah kesehariannya paling ngedumel bilang gak mau tinggal di sini, nyesel lahir di sini, dsb. Org Indonesia mayoritasnya itu ya : suka ngeluh, main hakim sendiri dan mrk gk ngaca apakah dirinya sendiri sudah bener ato belom. Licin lagi, bukannya malu dan ttp mrs bener.

    Maaf curcol :(



    www.maryangline.com

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall