Monday, October 28, 2019

NYOBAIN HOLLYWOOD LASER DI IMMODERMA



Selasa lalu saya mampir ke satu klinik kecantikan baru di Semarang, namanya Immoderma. Mereka lagi ngadain media gathering gitu. Dijelasin macam-macam treatment yang available. Ternyata lengkap banget, untuk pria-wanita, anak-anak sampai dewasa, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dari eyelash extention sampai nail treatment. Dari baby spa sampai treatment vagina.


Immoderma juga mengajak saya dan rekan-rekan media lain berkeliling klinik untuk melihat-lihat ruangan terapi beserta tools masing-masing. Mereka mengklaim berkiblat ke industri kecantikan Korea. Maksudnya alat-alat yang mereka pakai. Alasannya karena lebih mild dan cocok untuk kulit sebagian besar orang Indonesia. Dibandingkan western.

Well, saya sendiri juga lebih banyak pakai skin care dari brand Korea daripada brand US atau Eropa. Just because.
Baca: 10 Rekomendasi Skin Care Beli di Althea
Treatment Hollywood Laser


Nggak lengkap dong ke gathering klinik kecantikan tanpa nyobain treatment-nya. Saya pun ke Immoderma lagi di lain hari. Ketemu Dokter Ayu, ngobrol casual, lalu diberi rekomendasi untuk nyoba Hollywood Laser. Manfaat Laser Hollywood punya Immoderma ini untuk mencerahkan wajah, memudarkan noda hitam, membersihkan pori-pori, sekaligus membantu meremajakan kulit.

Harga treatment Laser Hollywood ini cukup terjangkau. Rp 400.000,- sebelum diskon member. Diskonnya sendiri sampai 30%, jadi jatuhnya cuma Rp 280.000,-.

Durasi treatment-nya nggak lama. Sekitar 1 jam udah beres. Step-step-nya pun nggak yang ribet banget.


Step pertama tentu saja muka saya dibersihin. Saya ke Immoderma Semarang ini pakai daily makeup, karena memang ke sana sepulang kantor. Double cleansing pastinya. Mbak terapisnya pakai milk cleanser dan face wash. Saya dikasih face wash-nya juga. Jenis basic face wash gitu. Ada SLS, tapi untungnya nggak drying.

Step kedua, muka saya diolesin semacam masker activated carbon. Warnanya hitam macam charcoal. Didiemin sekitar 5 menit sampai mengering. Tapi nggak bikin kulit terasa kencang ketarik.

Step ketiga ini core-nya, kulit wajah saya ditembakin laser selama 10 menit. Nggak dioles krim anastesi. Saya bayanginnya akan cekit-cekit gitu karena ada yang bilang dilaser itu perih. Ternyata nggak sama sekali. Cuma agak panas aja. Totally fine sih, buat saya.


Step keempat, di atas sisa-sisa karbon sehabis laser, saya dipakein rubber peel-off mask. Cukup 5 menit, maskernya dilepas. Sisa karbon pun ikut terangkat. Btw, peel-off mask yang rubber begini ternyata nggak sakit ya, pas dikeletek. Saya biasanya anti sama peel-off mask karena sakit banget pas di-peel.

Step kelima, oles-oles serum. Well, cara ngolesinnya sambil di-massage pelan. Sama aja kayak saya biasanya.

Step keenam, disinar 10 menit. Di step ini, wajah saya ditutupin alat apa namanya yang kayak helm tapi baringan. Mata saya ditutupin karena sinarnya terang benderang. Saya merem terus aja sih.

Step ketujuh, pijat wajah. Pijatnya sambil ditotok gitu di bagian-bagian tulang pipi dan dahi. Mungkin bagus untuk relaksasi, tapi saya kurang nyaman. Memang nggak terlalu suka dipijat sih.

Kelar.

Eh, sebelum keluar ruangan, saya minum susu jahe hangat yang udah disiapin mbak terapis. Sweet sekali mbak-mbak Immoderma ini.

Laser Tanpa Efek Kemerahan


Kalian yang ngikutin blog saya dari lama, mungkin ngeh kalau selama ini saya nggak pernah treatment di klinik kecantikan. Semua masalah kulit selalu saya selesaikan dengan skin care OTC. Treatment Laser Hollywood di Immoderma ini praktis experience pertama saya. Jadi saya nggak mau berekspektasi apa-apa. Karena nggak tahu juga mau memasang ekspektasi seperti apa.

Dengar-dengar sih biasanya sehabis facial atau laser gitu kulit jadi merah-merah iritasi dan lebih sensitif. Mirip sehabis pakai chemical exfoliant mungkin ya.
Baca: Memakai Avoskin Miraculous Serum Selama Sebulan
Jadi, selesai rangkaian treatment laser itu saya ngaca, dan amazed karena kulit saya baik-baik saja. Maksudnya nggak merah-merah iritasi gitu. Saya bisa pulang dengan kulit normal.

Dan nggak ada pantangan apapun untuk keesokan harinya. Dokter Ayu bilang saya tetap bisa pakai makeup seperti biasanya. Cuma untuk malam itu dianjurkan skip skin care routine, cukup cuci muka setelah jeda 3 jam. Berhubung saya bandel, saya tetap semprot calming toner karena rasanya nggak nyaman sehabis pakai face wash nggak diikuti toner.

Oh iya, saya belum cerita efek Laser Hollywood ini di kulit saya ya?

Pas datang ke klinik Immoderma, kondisi kulit saya penuh PIH bekas jerawat yang sudah berbulan-bulan. Ada bekas berupa bopeng juga. Ada smile lines dan eye wrinkle. Berminyak di triangle area, serta ada komedo membandel di area hidung.

Tentu saja bekas jerawat itu nggak bisa hilang dalam sekali tindakan. Untuk smile lines, tersamar sedikit. Komedo hilang. Kulit terasa lebih firm. Minyak di triangle area lebih terkontrol.

Tentang Immoderma


Immoderma Skin Clinic ini sendiri baru buka 4 bulanan di Semarang. Meskipun terbilang baru, mereka nggak yang cupu gitu. Immoderma pakai teknologi-teknologi terkini. Yang terakhir banget, mereka punya treatment pakai DNA ikan salmon untuk perawatan anti-aging. Kayaknya kapan-kapan pengen nyobain ini.

Untuk yang muslimah, ada ruangan khusus perempuan. Nggak perlu khawatir ruangan dicampur lawan jenis. Terapisnya juga perempuan semua. Kalau mau treatment bareng anak dan suami, Immoderma provide juga.

Selain treatment langsung di klinik, Immoderma juga open untuk konsultasi online untuk yang nggak sempat ke mana-mana. Nanti rangkaian skin care yang sesuai masalah kulit akan dikirim ke alamat pasien.


Ada yang pernah treatment di Immoderma Semarang? Atau ada yang punya cerita di klinik kecantikan lain? Share yuk!

(ADV)

2 comments

  1. Wah asli aku kayaknya baru ini liat disinar yg kaya dihelmin gitu, biasanya yg agak jauhan gitu pake gagang

    ReplyDelete
  2. mon maap, itu kok harganya terjangkau bener ya:(( tolong bawa ke jakarta ya tolong

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall