Monday, July 27, 2020

BIKIN EOTD WARNA-WARNI BARENG BEAUTIESQUAD


Senang sekali bisa mainan eyeshadow lagi. Setelah sekian lama nggak ngulik eye makeup yang niat, kali ini diniatin karena ikutan collab bareng Beautiesquad (lagi). Temanya Colorful EOTD.


Karena musimnya lagi summer, saya bikin eye makeup yang terinspirasi dari pantai dan es jeruk. Wqwq kenapa es jeruk amat ya, nggak ada poetic-poetic-nya. Tapi kebayang kan, segernya es jeruk diminum di pantai sambil nontonin orang lihat sunset? Nah, kira-kira begitu.

Baca: Summer Essentials

Moodboard-nya begini.


Realisasinya begini.


Rapi dan hitam banget garis matanya? Saya jago ya? Eyeliner saya bagus banget ya? Nggak dong. Ada yang namanya Photoshop. Tentu saja fotonya saya retouch dulu. Aslinya akan saya tampilin juga di bawah.

Langkah pertama, tentu saja bikin alis seperti biasanya. Nggak kreatif memang, jadinya soft arch eyebrow seperti alis sehari-hari. Eyebrow product yang saya gunakan pun sama seperti yang saya pakai tiap hari: Innisfree Auto Eyebrow Pencil warna coklat.


Langkah kedua, saya kontur bagian crease sampai ke tulang hidung untuk menciptakan ilusi mata deep set. Saya gunakan kontur dari palet Mizzu Banana. Warna coklatnya nggak too warm untuk contouring. Intensitasnya bisa di-build perlahan. Setelah dikontur, tentu di-blend dengan warna transisi ya. Bisa pakai eyeshadow warna nude/beige/krem apapun yang sewarna kulit, atau bisa juga pakai bedak padat.

Langkah ketiga, aplikasikan concealer di separuh eyelid. Separuh maksudnya dari inner corner sampai ke setengah jalan menuju outer v. Ceritanya ini pakai teknik cut crease, biar warna es jeruknya kelihatan tapi lipatan kelopak mata juga menonjol.


Langkah keempat, beri warna pada eyelid. Ini step yang paling seru. Saya pilih kombinasi warna oranye dan ungu untuk kelopak mata. Maunya sih merepresentasikan es jeruk dan langit senja. Eyeshadow yang saya pakai dari paletnya Sariayu dan eyeshadow compact dari PAC.

Baca: Review Sariayu Eyeshadow Kit

Kemudian saya pakai eyeliner warna teal dan ungu untuk waterline. Eyeliner-nya di-smudge supaya warnanya nyebar. Ini pakai eyeliner pencil-nya Pixy. Pigmentasinya bagus dan nggak selembek Make Over, jadi lebih mudah diraut. Tapi teksturnya masih menang eyeliner Mizzu.

Baca: Review Mizzu Chrome Gel Eyeliner

Langkah kelima, saya pulaskan eyeliner hitam untuk membingkai mata. Nggak pakai bulu mata palsu karena lemnya lagi abis.


Step terakhir, finishing. Saya nyoba nambahin aksen silver glitter di alis, ujung eyeliner, perbatasan cut crease, dan sedikit di bawah mata untuk mengimitasi buih-buih ombak yang kena sisa matahari senja. Glitter-nya pakai punya Althea dan Nyx. Khusus inner corner saya pakai highlighter. Mayan cakep kan?

Selesai sudah.





Cek juga EOTD Colorful punya Kak Fia yang konsepnya dreamy banget ada crescent moon dan awan-awan. Kalau mau lihat EOTD anak-anak Beautiesquad yang lain juga silakan. Cari di Instagram ya.

Collab berikutnya kita bikin apa lagi?


Side note: Gimana menurut kamu soal retouch foto? Kalau lihat punya saya, eyeliner jadi nggak ada coretan, kulit jadi flawless, warna makeup jadi lebih keluar, eyeshadow juga kelihatan lebih nge-blend. Kayaknya kok curang ya? Kan aslinya nggak gitu. Kalau semua di-Photoshop nggak perlu capek-capek skinkeran buat dapat kulit mulus dong? Nggak perlu latihan makeup biar bisa menghasilkan makeup dengan blending sempurna dong? Gimana? Let me know your thought!


2 comments

  1. Jadi ini looknya ngga pake fake lashes? Huff iri aku. Btw, ngeliat begini jadi kepengen beli palette warna-warni deh 🥰

    Xoxo,
    Ai

    ReplyDelete
  2. Nothing shame with retouching. Pada kenyataannya dlm dunia profesional fotografi, tetap harus ada retouch. Klo gak, gak akan ada pekerjaan dgn nama retoucher. Apalagi kita kan berkecimpung di dunia beauty yg apparently butuh semuamuanya terlihat representable. Kalau aku bilang, sesuai nama aja, retouch bisa diartikan sbg kegiatan mengubah sedikit. Ya sedikit. Berarti kl cuma minor fix, ya gak apa2. Bikin kulit mulus jg gak apa2. Tapi tetap tergantung prinsip sih. Klo kamu merasa retouching itu sesuatu yg di luar definisi kecantikan versi kamu, ya gak apa2 juga gak usa di-retouch.

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall