Tuesday, July 14, 2020

SUMMER ESSENTIALS (+REVIEW JARTE BEAUTY SUNSCREEN SPRAY)


Opening picture buat artikel summer essentials tapi langitnya biru redup tuh gimana wqwqwq. Ambil fotonya di pagi hari setelah hujan malam sebelumnya soalnya. Baru beberapa hari lalu. Heran juga sih sama musim, udah bulan Juli tapi masih hujan sesekali.

Tapi, let’s not talk about perubahan musim. Ini kan bukan web BMKG.


Saya mau cerita soal summer essentials yang baru-baru ini sedang saya coba. Namanya summer tentunya nggak jauh-jauh dari matahari; panas dan sumuk. Produk yang jadi andalan saya untuk hidup berdampingan dengan matahari Semarang: sunscreen dan face mist!


Face Mist


Meskipun sering dibilang beauty product nggak penting (well, saya juga bilang gitu), face mist tuh versatile. Dia bisa dijadikan lapisan untuk moisture sandwich. Bisa jadi toner kalau kandungannya cukup melembapkan. Bisa berfungsi sebagai refreshner kalau cuaca sedang sangat panas. Bisa kasih hidrasi instan untuk kulit kering. Bisa juga disemprot ke badan kalau gerah.

Baca: Cara Saya Pilih Skincare

Pilihan face mist yang saya pakai sekarang rose water aja. Rose water nggak pernah salah sih buat saya. Multifungsi beneran. Dan aromanya enak.

Sunscreen


Apa artinya semua skincare routine panjang nan berlapis kalau skip sunscreen ya kan? Saya pernah berada di fase malas pakai sunscreen karena tiap hari ndekem aja di rumah. Sekarang udah tobat. Saya pemakai sunscreen paling rajin sekosan.

Baca: Sunscreen untuk Kulit Sensitif

Pas nentuin tema Summer Sunscreen buat blog collab-nya Beautiesquad, saya sambil nyari-nyari sunscreen apa yang menarik dicoba. Lalu kepikiran Jarte Beauty yang punya produk sunscreen spray lokal pertama. Jadi, mari cerita tentang si sunspray lokal ini!

Review Jarte Beauty Sunscreen Spray


Deskripsi: “An ultra hydrating sunscreen with natural and reaf-friendly formula that leaves skin radiantly glowing and protected.”

Komposisi: Cyclopentasilhoxane, Aqua, Octyl Salicylate, Homosalate, Sorbitan Oleate, PEG-30 Dipolyhydroxystearate, Cetyl PEG/PPG-10/1 Dimethicone, Titanium Dioxide, Zinc Oxide, Centella Asiatica Extract, Licorice Extract, Aloe Vera Leaf Extract, Phenoxyethanol, Sodium Chloride, Parfum.

Tekstur dan aroma: Jarte Beauty Sunscreen Spray ini cair sekali produknya. Warnanya putih (seperti powder yang dilarutkan dalam air), dan ada wangi samar. Nggak mengganggu kok wanginya, kayak bedak aja.

Kemasan: Jarte Beauty mengemas sunscreen spray mereka dalam botol spray (wow, such an important information!) 100 ml dan 30 ml. Saya beli versi mininya karena nyoba aja sih. Sayang sekali kemasannya kurang oke. Stiker labelnya nggak rapi dan nempelnya kurang rekat. Padahal desainnya lumayan cute. Nampaknya dikerjakan tangan.

Satu lagi yang disayangkan. Sprayer-nya juga kurang bisa mendistribusikan produk secara merata. Pas disemprot ke muka, saya merasa cairannya tersebar ke dua titik saja dengan tekanan kencang.


Pemakaian: Kocok dulu sebelum digunakan. Semprotkan secara merata selama 15 menit, lalu reapply setiap 2 jam dalam situasi normal (maksudnya nggak kena air atau keringetan). Tapi saya lebih suka nyemprot sunscreen ke tangan baru di-tap-tap ke kulit seperti memakai toner. Karena semprotannya yang saya bilang tadi.

Performa: Jarte Beauty nggak menuliskan satuan proteksi pada kemasan sunscreen spray-nya. Tapi saya pernah nanya mereka via DM Instagram dan mereka jawab SPF 35. Saya sendiri belum nemu bagaimana caranya ngetes daya lindung sunscreen, jadi nggah tahu apakah suatu sunscreen bekerja dengan baik.

Ini pertama kali saya nyoba sunscreen spray. Jadi saya coba dalam 3 cara. Pertama, sebagai subtitusi sunscreen konvensional saya yang biasa. Aplikasi setelah toner di pagi hari, lalu di-set powder. Meskipun sunscreen berwarna putih, tapi nggak ada white cast saat diaplikasikan. Kemudian ditutup masker dong seperti biasa. Siang hari pas ngecek, oh, nggak ada residu berlebih yang nempel di masker. Area triangle mulai berminyak sedikit.

Baca: Rekomendasi Toner Tanpa Alkohol

Kedua, saya pakai sunscreen spray Jarte setelah krim moisturizer. Tetap meresap dengan baik ternyata meskipun moisturizer saya cukup oklusif. Di siang hari saya cek, oke juga. Area triangle mulai berminyak wajar. Residu powder di masker minim.

Ketiga, saya gunakan Jarte Beauty Sunscreen Spray seperti cara pertama, kemudian dilapis cushion. Oke juga. Makeup saya nggak nge-crack seharian. Area triangle nggak jadi super oily.

Baca: moonshot Cushion dan Tinted Moisturizer

Yang saya belum coba justru penggunaan Jarte Beauty Sunscreen Spray di atas makeup untuk reapply. Melihat sprayer-nya nggak nggak merata, saya enggan. Dan selama ini nggak pernah reapply sunscreen karena saya seharian praktis berada di dalam ruangan.

Kesimpulannya, Jarte Beauty Sunscreen Spray ini lumayan. Kalau sprayer-nya bagus tentu akan menjadi item nice to have untuk dibawa-bawa. Saya sendiri nggak berniat untuk repurchase produk ini karena masih nyaman dengan sunscreen konvensional.

Baca: Battle Sunscreen 50 Ribu-an

Kalau kamu gimana? Apa sunscreen andalanmu untuk summer ini? Cek juga Summer Essentials ala teman-teman Beautiesquad yang lain, misalnya punya Ellen ini. Lalu mari kita cerita-cerita lagi.


No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall