Monday, December 7, 2020

EAT & STAY: STAYCATION DI OAK TREE EMERALD SEMARANG

 

Cerita tempat nginep lagi! Tentu saja masih di dalam kota Semarang karena ngapain keluar kota di masa pandemi belum usai? Buat saya, mobile keluar kota tanpa alasan esensial di waktu-waktu kayak gini kok kelihatan ignorant sekali. Toh ini tempat nginep se-Semarang belum dicobain semua.

Baca: Belajar Multikultur di Melva Balemong Resort

Kali ini nyentang hotel list yang namanya Oak Tree Emerald. Tertarik sama hotel ini karena foto-fotonya yang ambience-nya kelihatan asik banget. Ijo-ijo, vintej, pool side ala-ala country. Tapi apakah aslinya seasik itu? Hmm … nggak juga. Bagusan fotonya wqwq.

Suasana Tenang Di Tengah Pemukiman

Oak Tree Emerald Semarang ini lokasinya unik, di tengah-tengah perumahan elit yang terletak di perbukitan. Jadi banyak ijo-ijonya. Pas datang ke sini rasanya kayak ke dimensi lain. Suasana tenang, anginnya adem. Selain karena pepohonan rimbun di sekitarnya juga akses masuknya yang saya yakin kalau ke sini nyetir sendiri pasti nyasar.

Oh, tenang. Meskipun areanya di perbukitan, tapi masih di sekitaran Semarang kota. Jaraknya 30ribu nge-Grabcar. Jarak dengan fasilitas-fasilitas publik lain seperti resto, karaoke, dan RS juga dekat, tapi bukan dekat yang walking distance.

Baca: Staycation di Artotel Gajahmada

Hospitality

Selama saya nginep di Oak Tree sih nggak menemukan ada staf yang ngeselin. Semuanya senyum ramah by default kalau disapa. Tapi inisiatifnya kurang. Misalnya pas saya nurunin dan naikin koper ke mobil, mas-mas yang di depan pintu nggak kelihatan berencana bantuin. Oh, mungkin memang bukan tugasnya.

Saat di kamar, beberapa fasilitas standar seperti slipper dan bathrobe nggak auto disediakan. Perlu nelpon resepsionis dan minta dulu lalu staf house keeping nganter ke kamar. Ini sepele tapi cukup mengganggu. Jujur saya lebih suka hotel yang sudah menyediakan fasilitas standar kamar tanpa nunggu diminta.

Satu lagi. Nunggu check in-nya lama. Padahal saya nyampe Oak Tree sudah lewat jam 2 siang, tapi masih harus nunggu karena kamar belum siap. Nunggunya leih dari 30 menit. Untung niatnya staycation, bukan liburan dengan itinerary padat.

Baca: Tempat Staycation untuk Millenial, Rooms Inc

Worth It Nggak?

Pas saya ke sini rate-nya Rp 371.000,-/night untuk tipe Deluxe King. Ukuran kamar 30 sqm, menurut keterangan di Traveloka. Harusnya sih cukup luas ya. Tapi terasa sempit karena banyak furnitur. Lemari gede di depan kamar mandi, meja dinding panjang di bawah TV, meja kerja di pojokan, dan masih ada sofa single lumayan bulky di pojok yang lain. Khas hotel bagus zaman dulu.





Oak Tree Emerald ini memang konsepnya jadul sih ya. Atau memang beneran jadul? Saya nggak nemu history kapan hotel ini pertama kali dibangun.

Oh, saya belum mention soal fasilitas swimming pool-nya. Vibes-nya asik, di pool side ada tempat nongkrong yang hanya buka sore hingga malam. Areanya beralaskan batu beratap rimbun pepohonan. Saya bisa membayangkan kalau sedang berkabut pasti orang-orang lupa kalau sedang di Semarang.


Pas saya ke sini lagi ada wedding di pool side. Jadi kolam renangnya ditutup untuk tamu hotel yang lain. Malamnya mau foto-foto nggak sempat karena ada virtual reunion Beautiesquad.

Kalau ditanya apakah worth it, tentu tergantung apa yang dinilai. Kalau cari tempat istirahat yang tenang, bau-bau kembali ke alam tapi nggak mau jauh-jauh dari kota, Oak Tree hotel boleh sekali jadi pilihan.

Eat & Stay berikutnya ke mana lagi kita?

2 comments

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall