Thursday, July 26, 2018

SKINCARE FOR BOYS


Tumbenan nih ya saya nulis artikel yang enggak women-sentris. Tapi point of viewnya tetep dari kacamata perempuan kok. Ini saya nulis buat kalian. Yes, bahas produk perawatan pria karena partner kalian pria semua kan? Anggaplah semacam bagian dari tips memaintan relationship.

Baca : Dating 
Ngomong-ngomong saya tuh pernah kesel sebenernya. Saya kan udah rajin banget ya pakai skincare. Double cleansing tiap malem enggak pernah skip, terus toner, essence, moisturizer, ditambah sunscreen tiap pagi. Saya eksfoliasi kulit wajah dua kali seminggu, dan sering sheet masking juga. Sedangkan dia cuci muka doang, pakai cleanser yang ada SLSnya pula. Dan tetep aja kulit saya yang lebih gampang irritated. Life is never fair emang. *sigh
Baca : Simple Skincare Routine
Siapa yang juga sering bandingin kulit muka sendiri sama muka partner terus malah kesel sendiri? Hahaha.
Enough untuk intronya.
Sebenernya meskipun kulit muka laki-laki relatif lebih tahan terhadap berbagai problem, namun mereka juga perlu skincare. Mereka kan aktivitasnya lebih banyak daripada kalian. Kulit mereka cenderung lebih sering terpapar polusi, belum lagi yang gemar begadang sampai subuh. Kebayang kan seberapa urgentnya mereka butuh skincare. Kadang mereka pakainya skincare perempuan ya? Padahal sekarang banyak banget loh produk perawatan untuk pria.
Masalahnya kadang mereka clueless aja kalau disuruh beli skincare sendiri ya kan? Enggak banyak laki-laki yang ngerti apa bedanya face cleanser dan facial foam. Banyak juga yang enggak paham kalau sunscreen itu produk perawatan wajib. Lebih banyak lagi yang merasa enggak perlu beli moisturizer. Kalaupun partner kalian ngerti jenis-jenis skincare belum tentu juga mereka mau menyempatkan untuk beli sendiri. Kalian bisa jadi personal shopper mereka.
Saya kan sering bilang kalau relationship itu bisa bertahan berkat usaha kedua belah pihak: kalian dan mereka sama-sama melakukan effort, sama-sama give and take. Karena relationship itu enggak sama dengan bikin wine yang tinggal dimasukin yeast terus dianggurin aja terfermentasi sendiri. Kalau kalian enggak melakukan apa-apa untuk memelihara relationship itu ya enggak akan berhasil. It takes two to tango, anyway. Kalian perempuan jangan selfish maunya relationship itu kalian-sentris ya.
Baca : Pre Mariiage Talks
Salah satu effort yang bisa kalian lakukan itu memberi perhatian. Bentuk perhatiannya kali ini berupa nyariin produk perawatan pria yang tepat buat mereka. Kalian nyariin doang ya, bayarnya tetap pakai uang mereka. Kecuali kalian mau memberi hadiah. Itu juga jangan sering-sering.
Produk perawatan pria yang kalian pilihin bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Partner kalian yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan butuh face cleanser, sunscreen, deodoran, dan soothing gel. Sementara yang sehari-hari ngantor di dalam ruangan ber-AC lebih butuh face mist dibanding soothing gel.
Yang pekerjaannya mengharuskan begadang hampir tiap malam perlu banget eye serum untuk meminimalisir tampilan muka lelah akibat mata panda. Yang partnernya punya kulit super kering, enggak ada salahnya kalian suggest mereka untuk beli sheet mask, rich moisturizer, atau produk perawatan lain yang memang diperuntukkan untuk treatment kulit kering.
Dari acara milihin skincare ini, kalian bisa sekaligus mengevaluasi kualitas relationship kalian dengan partner. Sebaik apa kalian mengenal partner hingga tahu kebutuhan perawatannya apa aja, sekaligus sebaik apa kualitas komunikasi kalian berdua. Maksud saya, cukup gentle kah mereka untuk menerima perhatian kalian, atau malah justru mereka memanfaatkan perhatian itu? Bisa menjadi bahan pertimbangan untuk step berikutnya kan?
Jadi, gimana dengan partner kalian? Termasuk tipe yang mau pakai skincare karena kesadaran sendiri atau yang pakai sunscreen aja harus dipakein?

(ADV)

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall