Monday, April 9, 2018

LAURENT BODY CARE SERIES DENGAN GOAT'S MILK UNTUK KULIT CERAH


laurent body care

Muka : triple cleansing tanpa SLS, 7 skin method tanpa alkohol, serum, moisturizer, sheet mask per dua hari, eksfoliasi per tiga hari. Badan : pakai sabun aja pas mandi, scrubbing kalau ingat, body lotion kalau sempat. Dan tetep aja mulusan kulit badan. Ada yang gitu juga? Tos dulu deh.

Baca : Skincare Routine
Saya enggak mengada-ada loh. Kalau dibandingkan, kulit tangan bagian atas dan paha jauh lebih alus dan lebih cerah dibanding kulit muka. Well, hampir seluruh permukaan kulit badan saya lebih halus dan cerah sih dari pada kulit wajah. Kecuali stretch mark di perut dan belang gosong akibat terbakar matahari di punggung kaki ya.

Kenapa bisa gitu? Satu, karena kulit badan enggak terpapar sinar UV dan radikal bebas, enggak oily juga. Dua, karena sebulanan ini saya lagi rajin pakai rangkaian body care Laurent, yang terbuat dari susu kambing. Eh, alasan kedua itu emang ngaruh beneran? Baca aja deh sampai kelar.

Kalau kalian googling manfaat susu kambing untuk kulit, hasilnya banyak banget. Susu kambing mengandung AHA dalam bentuk lactic acid yang berperan sebagai exfoliant untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Di dalam susu kambing juga terdapat antioksidan yang mampu melindungi kulit dari radikal bebas.

Jadi, rangkaian body care Laurent apa saja sih yang saya pakai dan mengandung segala manfaat goat milk tadi?

But wait. Ada yang belum familiar dengan brand Laurent? Saya tadinya juga loh. Baru tahu ada brand body care lokal ini pas acara gathering Beautiesquad di Jogja kemarin. Yup! Laurent ini brand lokal. Parent brand-nya Sekawan sudah berdiri sejak tahun 1986 which is, mama-papa saya mungkin belum ketemu. Produk-produk Laurent ternyata bukan cuma body care, tapi ada juga skincare dan hair care. Menarik.

Oh, saya mau nulis review body care-nya Laurent ya?

Laurent Body Scrub Goat’s Milk (Rp. 29.900.-/200 gr)

review laurent body scrub

Produk perawatan kulit dengan susu kambing dari Laurent yang pertama adalah body scrub. Atau istilah tradisionalnya lulur. Namanya lulur ya bentukannya seperti kebanyakan lulur. Kemasan mangkuk plastik ala lulur lokal. Tekstur creamy, whippy, bertabur butiran scrub. Meninggalkan kesan kulit super soft yet supple setelah dibilas.

Sayang banget, scrub yang dipakai Laurent adalah microbeads alias scrub plastik. Lihat ada polyethylene di ingredients list? Itulah nama lain dari microbeads. Jelas, scrubnya kecil-kecil enggak tajam, ukuran dan level kasarnya pas untuk kulit badan. Nyaman dipakai, enggak berbahaya untuk kulit kita. Tapi kasihan bumi kita, kasihan ikan-ikan di laut.

bahaya microbeads atau polyethylene

PE (polyethylene) itu setelah kita bilas enggak hancur. Dia ikut mengalir ke selokan, melewati sungai, hingga bermuara di laut. Dan belum terurai juga. Di laut si PE kemakan deh sama ikan. Kelanjutannya? Silakan googling.

Padahal body scrub Laurent ini enak banget loh dipakai. Beneran bikin kulit halus dan kelihatan lebih cerah (well, meskipun enggak mempan ngembaliin punggung kaki saya yang gosong sih). Wanginya soft, jenis wangi yang enggak noticable tapi enggak gengges. Yang bikin saya kurang suka hanya penggunaan PE sebagai scubnya.
Baca : Review Rangkaian EVT Body Care
Laurent Goat Milk Shower Gel (Rp. 21.900,-/250 ml)

review laurent shower gel

Mari move on ke review Laurent shower gel. Saya suka model kemasan shower gel begini. Botol plastik dengan bukaan serupa shampoo cap. Sejauh ini saya paling suka packaging produk toiletries yang bentuk bukaannya begini. Gampang dibuka meskipun tangan dalam keadaan basah. Gampang juga nuang produknya.


Sabun mandi dari susu kambing ini diberi nama shower gel. Rada bingung sih, karena sediaannya enggak serupa gel. Lebih mirip lotion malah. Ya selumrahnya sabun mandi cair. Kalau dibusakan menggunakan net (di dalam set body care Laurent sudah disertai net dan pouch waterproof, btw), busanya banyak. Dan kabar baik, sabun mandi Laurent ini bebas sulfat. Surfaktannya bukan SLS melainkan disodium cocoyl glutamate dan lauryl glucoside yang berasal dari fermentasi gula dan coconut oil.

sabun mandi lokal tanpa SLS

Baca : Shampo dan Conditioner dari Perfect Beauty
Shower gel Laurent ini wanginya lembut, mild, seperti wangi sabun sih. Bukan aroma favorit saya tapi lumayan lah enggak norak wanginya. Banyak yang bilang aromanya tahan hingga empat jam setelah mandi, tapi saya enggak notice.

Over all, shower gel goat milk Laurent oke. Kulit enggak jadi kesat setelah mandi, enggak terasa kering, tapi enggak cukup lembap kalau enggak pakai lotion setelahnya.
Baca : Natural Oat Soap dari Shylas Factory
Laurent Silkening Body Lotion (Rp. 10.900,-/100 ml)

laurent silkening body lotion

Produk terakhir dari rangkaian body care Laurent yang mengandung susu kambing adalah body lotion. Nama lengkapnya Laurent Silkening Body Lotion, klaimnya sih selain goat milk juga ada kandungan silk hydrolized serta UV filter.
Baca : Review Senka Perfect Whip
Dari segi packaging, kemasan kecilnya yang bervolume 100 ml cukup praktis dibawa-bawa karena botolnya pipih tipis dan bukaannya ala shampoo cap. Praktis. Desain visual kemasannya kurang atraktif sih, kelihatan oldschool tapi sama sekali bukan masalah.

Beralih ke isi produknya, body lotion Laurent memiliki tekstur kental whippy berwarna putih, mudah diratakan. Akan ada kesan kulit sedikit lebih cerah sesaat setelah body lotion diaplikasikan. Cuma sedikit kok, enggak akan kelihatan norak seperti testimoni before after body lotion abal. *eh

Lotion Laurent cepat meresap, enggak terasa greasy meski di cuaca gerah. Enggak terasa licin kalau disiram air. Wanginya senada dengan shower gel dan body scrubnya. Soft, enggak bikin pusing.

ingredients laurent body lotion

Apakah si body lotion Laurent ini beneran bikin kulit lebih cerah? Mengingat ada niacinamide di urutan ketiga ingredients listnya, seharusnya sih beneran.

Ada yang pernah pakai rangkaian body care dari Laurent juga? Share dong cerita kalian!

Kiss kiss
Laurent : Website | Instagram | Facebook Page

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall