Monday, August 20, 2018

AVOSKIN ULTRA BRIGHTENING CREAM, BENARKAH BEKERJA?

review avoskin ultra brightening cream


Sejak awal Agustus kemarin, saya rutin memakai brightening cream tiap malam. Brightening cream ini keluaran merek Avoskin, itu loh brand lokal asal Yogyakarta yang PHTE-nya digadang-gadang sebagai pelopor essence dari brand asli Indonesia. Avoskin Ultra Brightening Cream ini baru dirilis awal Agustus kemarin. Saya dan anak-anak Beautiesquad menjadi beberapa orang yang beruntung bisa mencoba produk ini sejak belum diluncurkan ke pasaran.

Baca : Review Avoskin PHTE
Details

avoskin ultra brightening cream with alpha arbutin

Avoskin menghighlight kandungan Alpha Arbutin 2% di dalamnya menjadikan brightening creamnya bermanfaat membantu melawan tampilan kulit kusam, bintik hitam, dan hiperpigmentasi, sekaligus meningkatkan kecerahan kulit. Sounds promising ya, untuk pemilik kulit sarat flaws?

Nama yang tertulis di kemasannya Avoskin Créme Ultra Éclairante/Ultra Brightening Cream. Packagingnya terkesan clean dan modern berupa pot kaca kecil dengan stiker minimal. Boksnya berwarna pink lembut yang disertai dudukan untuk pot di dalamnya. Informasi penting dicetak dengan jelas di permukaan box.

review avoskin creme ultra eclairante

Sayang banget, nampaknya Avoskin perlu mengupgrade tutup pot Avoskin UBC. Masalahnya, tutup ini ringkih. Punya saya sudah retak-retak padahal enggak pernah jatuh.

Ngomong-ngomong, Avoskin UBC ini dikemas dalam volume 10 gr saja, jadi jangan heran kalau produknya enggak sebesar night cream kebanyakan melainkan seukuran eye cream. Tapi walaupun mini, produk terbaru Avoskin ini belum habis meski sudah saya pakai selama tiga minggu berturut-turut. Harganya Rp. 139.000,- di official shop Avoskin di Tokopedia.

Kabar baik bagi kita, Avoskin memberikan pernyataan bahwa produk-produknya cruelty free, a.k.a enggak diuji coba pada hewan.
Baca : Rangkaian Clarity Skincare dari LavineCosmetics
Formula

ingredients for brightening agent

Ingredients: Aqua, Alpha Arbutin, Peg-12 Dimethicone, Ethylhexyl Olivate, Peg-4 Olivate, Tocopherol, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Acrylates/Acrylamide Copolymer, Mineral Oil, DMDM Hydantoin, Triethanolamine, Fragrance (Parfum) Components and Finished Fragrances, Polysorbate 85, Retinol.

Key ingredients di sini adalah Alpha Arbutin 2%, Vitamin E, dan Vitamin A.

Alpha Arbutin merupakan derivative dari tanaman Bearberry (Arctostaphylos Uva-Ursi). Sebagai brightening agent, Alpha Arbutin bekerja dengan cara mencegah produksi melanin namun tanpa efek samping negatif jika digunakan tanpa berlebihan. Alpha Arbutin efektif bekerja pada persentase 2% pada kulit dengan noda hitam moderate. Untuk kondisi kulit dengan hiperpigmentasi yang lebih serius dapat memperbanyak konsentrasi Alpha Arbutin hingga 4% dengan pengawasan profesional.
Baca : Rangkaian Brightening Skincare dari CallistaSkin Expert
Vitamin A atau retinol dikenal bagus untuk mencerahkan kulit sekaligus anti aging. Retinol bekerja menstimulasi produksi kolagen dan mempercepat proses regenerasi kulit. Dan memang benar sebagian jenis kulit bereaksi negatif terhadap retinol. Pada dasarnya retinol memang memiliki efek samping membuat kulit kering, efek peeling, serta menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. Itu sebabnya Avoskin Ultra Brightening Cream disarankan untuk dipakai di malam hari saja.

Itu sebabnya pemakaian retinol harus dibarengi dengan ingredients yang bersifat moisturizing dan skin soothing. Vitamin E, fatty acids, serta hydrator penting untuk diaplikasikan bersama retinol.

Ah iya, saya barusan baca kalau retinol itu mudah teroksidasi jika terkena sinar matahari dan paparan udara. Sepertinya kita punya jawaban kenapa Avoskin UBC ini kemasannya mini. Supaya cepat habis enggak teroksidasi sehingga manfaatnya tetap terjaga sampai tetes terakhir.

skincare baru avoskin

Beberapa ingredients yang saya waspadai ada fragrance, mineral oil, dan DMDM Hydantoin.
Fragrance atau parfum sebenarnya lumrah ditemukan dalam berbagai produk kosmetik. Kulit saya yang sekarang sudah berangsur normal pun jarang menemui masalah karena kandungan parfum. Saya hanya kurang suka karena fungsinya enggak esensial.

Sementara mineral oil, saya pernah enggak cocok. Pernah ada suatu masa ketika kulit saya yang sedang bruntusan dan muncul cystic acne memburuk karena mineral oil. Sejak itu saya praktis mengindari ingredients ini.

Mengenai DMDM Hydantoin, ini fungsinya sebagai pengawet. Avoskin memang menyebutkan produk UBC-nya ini paraben free. Itu bukan berarti produk Avoskin bebas pengawet. Malah bahaya kalau kosmetik enggak ada pengawetnya. Nah, si Avoskin menggunakan DMDM Hydantoin ini sebagai pengganti paraben.

Dari sekilas yang saya baca, DMDM Hydantoin ini adalah formalin. DMDM Hydantoin memiliki reputasi buruk dapat menyebabkan iritasi dan alergi pada sebagian jenis kulit.
Saya sendiri pernah menggunakan skincare dengan pengawet DMDM Hydantoin. Waktu itu kulit saya sedang dalam fase rewel dan si skincare tersebut sukses membuat kulit saya breakout.

Performa

tekstur avoskiin brightening cream baru

Pertama, saya suka tekstur krimnya yang sewarna gading, lightweight, enggak terlalu wangi, dan cepat meresap. Sama sekali enggak terasa greasy ataupun lengket saat dipakai.

Kedua, saya merasa Avoskin UBC ini kurang melembapkan kulit saya. Ya memang targetnya mencerahkan sih, bukan melembapkan. Tapi karena dianjurkan untuk dipakai di malam hari saja, saya jadi mengira Avoskin Ultra Brightening Cream ini juga sekaligus melembapkan. Biasanya krim yang dipakai malam hari lebih rich.

Tips saya sih, selalu gunakan hydrating toner atau lotion berlayer-layer sebelum ditimpa brightening cream ini. Kadang juga saya gunakan face oil pada step skincare terakhir setelah Avoskin UBC. Kulit saya jadi kelihatan lebih glowing pagi hari esoknya.
Baca : Review Lanka Argan Oil
FYI, setiap bangun pagi saya merasa kulit saya kelihatan lebih cerah seperti tone wajah saya naik satu tingkat. Tapi sepertinya efek plasebo karena adonan foundation saya enggak berubah.

Ketiga, mengenai hasilnya. Kondisi kulit saya saat mulai memakai Avoskin Ultra Brightening Cream sedang tanpa masalah. Sebum seimbang, enggak ada jerawat meradang, whiteheads, maupun cyst acne. Hanya ada bekas breakout di sana sini. Bekasnya berupa flek kecoklatan yang mulai memudar karena skincare saya sebelumnya.
Baca: Review Lacoco Hydrating Divine Essence
Setelah menggunakan Avoskin Ultra Brightening Cream selama 3 minggu, flek kecoklatan di wajah saya makin memudar. Di area pipi kanan bawah bahkan sudah hampir lenyap. Sementara noda yang lebih gelap memudar sedikit. Kulit wajah saya enggak kelihatan lebih cerah sih, cuma enggak kusam.

before after pakai avoskin brightening cream
Kiri: sebelum | Kanan: setelah pemakaian 2 minggu

Oh iya, sekitar semingguan yang lalu saya sempat jerawatan karena PMS. Saya tetap pakai brightening cream Avoskin ini seperti biasa. Saya notice jerawat jadi lebih cepat kempes dan bekasnya enggak segelap biasanya.

Satu lagi, selama memakai produk baru Avoskin ini ternyata enggak muncul tanda-tanda iritasi seperti yang saya waspadai sebelumnya, mengingat si mineral oil dan DMDM Hydantoin. Mungkin karena kondisi kulit saya yang sedang optimal juga.

tekstur avoskin ultra brightening cream

Menurut saya, Avoskin  Créme Ultra Éclairante ini layak dicoba kalau kalian punya masalah bekas jerawat. Bekasnya saja ya. Karena krim ini bukan pencegah jerawat, jadi enggak akan optimal manfaatnya untuk kulit yang sedang berjerawat. Tapi saran saya, kalian perlu menggunakan moisturizer lain yang beneran moisturizer di step skincare routine setelah Avoskin UBC.

Dan jangan lupa patch test sebelum mengaplikasikan di kulit muka.
Avoskin : Instagram | Website | Tokopedia

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall