Saturday, December 8, 2018

REVIEW PAC MAKEUP (LIQUID FOUNDATION, LOOSE POWDER, EYESHADOW PENCIL, AND STUFFS)



Masih ingat akhir November kemarin saya bikin makeup manusia bermuka dua pakai produk-produk PAC? Sekarang saya tulis review produk yang saya pakai satu per satu. Totalnya ada 9 produk: 1 foundation, 1 powder, 1 maskara, 1 eyeshadow pencil, 1 eyeliner pencil, 2 eyeshadow compact, dan 2 lip cream.

Baca dulu tulisan saya soal makeup manusia bermuka dua : Two-Face Makeup
PAC adalah akronim dari Professional Artist Cosmetics, lini makeup Martha Tilaar yang menyasar pada kebutuhan professional makeup. Enggak heran ya kalau brand image si PAC ini luxury, premium, dan high-end product.  Cocok untuk bikin bold and expressive looks dan stage makeup.

Btw, PAC ini standarnya international cosmetics loh. Selain di Indonesia, PAC juga dipasarkan di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kerennya lagi, PAC merupakan halal cosmetics. Ya sekarang kan semua kudu ada halalnya. Jilbab sama kulkas aja mesti dihalalin. *eh! Enggak ngerti biar apa.

PAC All Day Coverage Liquid Foundation


Produk pertama, sekaligus yang  paling saya suka adalah PAC liquid foundation. Packagingnya biasa aja, botol akrilik pakai pump. Teksturnya creamy tapi pas dipakai enggak terasa berat. Foundation lokal ini punya extra coverage (medium to full coverage) yang bisa meng-cover dosa-dosa di wajah saya. Saya enggak perlu pakai concealer untuk nambahin coverage.

Finishnya matte, bahkan tanpa dilapisi powder. Tapi saya tetap set pakai powder sih biasanya. Ajaibnya, di kulit wajah saya no cracky dari pagi sampai malam. Di kulit kering mungkin akan berbeda hasilnya.
Baca: Review Inez Lustrous Liquid Foundation
Oil controlnya gimana? Di muka saya enggak ada masalah. Saya biasa pakai foundation PAC ini untuk sehari-hari. Pakai dari jam 8 pagi, sampai jam 6 sore masih on. Ya, di area sekitar hidung kelihatan mengilap sih meskipun masih sangat bisa ditolelir.

Oh iya, PAC Liquid Foundation ini memiliki 4 shades: 01, 02, 03, dan 04. Punya saya no 03. Warnanya pas banget dengan skin tone saya. Makanya saya suka. Hasilnya flawless dan seperti second skin. Eh, saya udah bilang belum kalau foundation ini silicon-based? Jadi ada efek  ngeblurin pori-pori juga. Ala-ala ultra HD makeup gitu lah, kalau dizoom (dilihat dari dekat) tetap kelihatan bagus.

Foundation PAC ini bisa diaplikasikan menggunakan jari, sponge, atau brush. Saya lebih suka pakai foundation brush yang bentuknya bukan paddle. Pernah coba pakai sponge blender tapi coveragenya jadi kurang.

PAC Loose Powder

Produk PAC kedua tapi saya kurang suka adalah loose powder. Sejujurnya secara tekstur dan coverage, powder ini sesuai kebutuhan saya. Coverage full, partikel halus, bisa nutup pori-pori. Cocok untuk heavy makeup. Sayangnya, warnanya terlalu oranye.

Punya saya shade no 03, btw. Sementara PAC Loose Powder terdiri dari 4 shades. Saya yakin salah satu shadenya ada yang cocok buat saya. Tapi belum ngecek juga sih.



Hampir lupa bilang, packaging si loose powder ini menarik. Bentuknya kotak mirip ring box, ketika dibuka terlihat ada separator berlubang untuk wadah puff. Sayangnya, separatornya kurang rapet. Jadi, jangan kaget kalau nemu bubuk bedak berhamburan di sekitar puff.

Nah, sekarang ngomongin ketahanan. Meskipun coveragenya sebagus itu, tapi loose powder PAC ini enggak seberapa long lasting. Ya sebenarnya long lasting sih, kalau pakainya di ruangan ber-AC terus-terusan. Saya pernah coba ngetes pakai powder PAC untuk panas-panasan di bawah matahari Semarang. Pas saya lap keringat di dahi, bedaknya kehapus juga dong.
Baca: Review LT Pro Loose Powder in Mauve
PAC Eyeshadow Pencil in Glamour Black

Lanjut ke produk ketiga. Namanya eyeshadow pencil. PAC Eyeshadow Pencil ini tersedia dalam 8 pilihan warna. Saya punya satu, warna Glamour Black. Eyeshadow pencil ini memiliki 2 sisi: warna hitam dan warna copper yang cantik banget. Eyeshadow pencil ini bisa dipakai single use sebagai eyeshadow atau dijadikan base untuk eyeshadow powder agar makin tercipta intense makeup.

Saya suka tekstur si eyeshadow pencil yang creamy dengan pigmented formula. Sekali pulas warnanya langsung nyata, dan masih bisa dibuild seintens yang saya mau. Dan gampang banget diblend pakai jari! Saya biasanya pakai yang sisi copper tipis aja di eyelid, lalu saya tap-tap sampai merata dan warnanya jadi soft champagne cantik. Kemudian warna hitamnya saya pulas di ujung luar mata sebagai eyeliner. Enggak bisa dibikin wing atau cat-eye sih, cuma garis ilusi biar mata kelihatan sedikit lebih panjang.



Apakah eyeshadow pencil PAC ini waterproof? Yes. Saya pakai wudlu 2-3 kali belum geser.
Ketahanannya gimana? Well, PAC Eyeshadow Pencil ini dibuat dengan long lasting formula. Pokoknya diajak lembur masih aman lah.

Sebagus itu? Emang enggak ada kurangnya? Ada kok, tetep. Saya enggak suka format pensil tradisional yang perlu diraut gitu. Repot. Selama pemakaian tiga minggu ini sih saya belum pernah ngeraut. Jadi belum tahu apakah akan sulit diraut atau enggak, mengingat teksturnya yang creamy.

PAC District-X Single Eyeshadow



Produk PAC berikutnya yang saya coba adalah compact eyeshadow. Yang ini dari seri District-X, yang dibuat dengan kesan lebih muda dan energetik. PAC District-X Single Eyeshadow tersedia dalam kemasan refill dengan 10 pilihan warna. Punya saya warna Ladies Night (cobalt blue) dan V For Violet (ungu).

Warnanya cantik, cukup pigmented. Saya enggak menemukan masalah saat aplikasi. Hampir enggak ada fall out dan gampang diblend pakai brush. Dipakai di waterline pun oke, enggak luntur parah selama lebih dari 9 jam.
Baca: Review Zoya Single Eyeshadow
PAC Eyeliner White

Selanjutnya ada pensil eyeliner warna putih. Fungsinya untuk bikin mata kelihatan lebih lebar. Tips aplikasi dari PAC: gunakan pada waterline dari luar ke dalam (semakin dalam semakin tipis). Tips dari saya: gunakan kalau perlu. Soalnya untuk jenis mata seperti punya saya, enggak perlu diberi ilusi lebih lebar udah lebar dari sananya. Hahaha.

Abaikan.

Notes dari saya sih, eyeliner PAC ini cukup gentle untuk dipakai di waterline. Enggak sakit saat aplikasi. Teksturnya creamy tapi enggak terlalu lembek. Bentuknya pensil yang perlu diraut. Not my favourite. Dan saya emang hampir enggak pernah pakai eyeliner putih di waterline.

PAC Mascara

Next, ada salah satu makeup wajib yang saya enggak pernah absen pakai. PAC Maskara ini sebenarnya enggak spesial-spesial amat. Spoolienya lurus regular dan baunya seperti maskara.

Hasilnya? Ya pokoknya beda dibanding enggak pakai maskara. Saya suka karena maskara PAC ini waterproof, enggak smudge, dan enggak menggumpal. Selain itu PAC Mascara juga enggak menjual klaim yang promising wow. Klaimnya cuma bikin bulu mata kelihatan lebih panjang dan lebih lentik. Seperti selayaknya maskara.
Baca: Review Maskara Tahan Badai
PAC Satin Lip Cream



Produk PAC terakhir yang saya coba di sini ada Satin Matte Lip Cream. Kalau enggak salah inget, ini varian lipstik terbarunya PAC. Saya excited nyobainnya karena sudah mulai bosan dengan lip cream dan kata “matte”. Nah, si PAC ini datang dengan kata “satin”.

Lalu, apakah benar lip cream PAC ini satin finish? Saya dengan senang hati menjawab: iya. Kelihatan ada kilap di lip cream ini. Kalau biasanya lipstik satin itu terasa heavy, PAC ini weightless sensation dong. Bibir terasa ringan seperti enggak pakai lipstik.

PAC Satin Lip Cream tersedia 7 pilihan warna. Saya punya 2 saja: Misty Chocolate dan Silk Cherry. Saya suka dua-duanya. Meskipun enggak transferproof apalagi kissproof, tapi sangat dimengerti kok. Saya enggak masalah untuk touch up lipstik sehabis makan. Yang penting lipstiknya nyaman dan warnanya pigmented.
Baca: Review Purbasari Lip Cream All Shade
Ada yang suka pakai produk-produknya PAC juga? Share dong pendapat kalian!
PAC : Instagram | Facebook | Twitter | Website

No comments

Post a Comment

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© JurnalSaya
Maira Gall