Monday, August 24, 2020

CURRENT FAVORITE: HALE STAY TONED

 

Saya sedang nyari hydrating toner pengganti Pyunkang Yul saat menemukan Hale Stay Toned. Branding-nya menarik. Konsep mereknya sejalan dengan prinsip minimalist beauty yang saya anut. Jadi ya, kenapa nggak cobain aja produknya?

Baca: Review Pyunkang Yul Essence Toner

Pas nerima paketnya, wow, lumayan niat! Kardus kemasannya nggak polos. Di dalam kardusnya disertakan semacam notes apresiasi untuk customer. Nice touch, meskipun nggak signifikan. Toh postcard-nya cetakan, bukan personalized.

And they wroteHere goes something better for your”. Such a brave statement.

Apa ini?


Nama lengkapnya Hale Stay Toned Balancing Essence Toner. Di website-nya disebutkan kalau ini produk essence dan toner jadi satu. Well, buat saya memang (hydrating) toner dan essence itu sama saja. Lha wong pakai salah satu aja sudah cukup. Fungsinya juga sama-sama memberi hidrasi dan mengembalikan kelembapan kulit setelah cuci muka.

Baca: Minimalist Beauty, Apa Itu?

Saya menggunakan Hale Stay Toned di skincare routine pagi dan malam, di step hydrating toner. Tepuk-tepuk dengan telapak tangan saja (Hale bilang bisa aplikasi pakai kapas dan compressed sheet mask juga, tapi saya belum ingin nyoba). Kadang satu layer, kadang dua layer, pernah juga tujuh layer untuk 7 skin method. Benar-benar tergantung mood. Yang saya tahu, toner lokal ini tetap berfungsi dengan baik berapa lapis pun saya apply.

Detail

Klaim: menjaga kelembapan kulit dan keseimbangan pH kulit. Diperkaya dengan bahan pencerah yang dapat membantu meratakan warna kulit. Dapat digunakan oleh semua jenis kulit termasuk kulit berjerawat.

Harga: Rp 129.000,-/100 ml di website, Shopee, dan Tokopedia.


Ingredients: Butylene Glycol, Glycerin, PEG-12 Dimethicone, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Portulaca Oleracea Extract, 1,2 Hexanediol, Panthenol, Morus Alba Fruit (Mulbery) Extract, Centella Asiatica Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, Disodium EDTA, Sodium Hydroxymethylglycinate, Citric Acid, Sodium Hyaluronate, Ethylhexylglycerin.

Yang di-highlight warna kuning merupakan hydrator. Highlight hijau untuk tanda komposisi brightening. Highlight abu-abu merupakan wound healing agent. Sedangkan highlight warna merah merupakan bahan pengawet.

Nggak ada ingredients fancy kecuali beberapa plant extract. Hale juga nggak menggunakan simple alcohol dan fragrance.

Baca: Rekomendasi Hydrating Toner Tanpa Alkohol

Soal tekstur dan feel, Hale Stay Toned ini bening, cukup rich. Reminds me of tonernya Pyunkang Yul. Saat diaplikasikan ke kulit pun cepat meresap. Nggak terasa greasy ataupun ngambang.


Yang saya nggak suka, Hale Stay Toned baunya nggak enak. Tahu balon tiup mainan jadul? Pernah niup? Ingat baunya? Nah, mirip gitu. Saya udah nanyain ini soal ini ke Hale. Ternyata mereka udah sering dapat pertanyaan serupa, jadi dikasih jawaban template. Kata mereka, aroma tersebut adalah reaksi kimia yang secara alami tercipta dari campuran ingredients-nya.

Kenapa favorit?


Pertama, karena nggak ada simple alcohol. Ini penting karena menurut pengalaman, kulit saya nggak suka simple alcohol.

Baca: Cara Saya Pilih Skincare

Kedua, Hale Stay Toned does good job sebagai hydrating toner. Komposisinya versatile dikombinasikan dengan skincare lain. Jenis produk skincare yang pakainya nggak perlu mikir.

Ketiga, packaging-nya simpel cakep. Botol plastiknya sturdy. Tutupnya ulir tapi matte jadi nggak licin. Ukuran cukup untuk diletakkan di vanity maupun dibawa travelling.

Ada yang sudah nyoba Hale Stay Toned juga? Share dong ceritanya!

1 comment

  1. Gak nyangka ini produk lokal, Mbak. Aku kira ini punya luar lho. Jadi ikutan bangga nih aku kalau produk lokal yang bagus-bagus gini makin banyak.>.<

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall