Monday, October 12, 2020

REVIEW SCARLETT BRIGHTLY EVER AFTER DAN ACNE SERUM DI KULIT ACNE-PRONE

 


Dua mingguan belakangan saya masukin 2 serum lokal baru di skincare routine. Dua-duanya dari brand Scarlett. Yes, brand body care yang viral karena body lotion cerah instannya sekarang ngeluarin produk serum wajah. Ada 2 varian: Brightly Ever After Serum yang warna pink untuk semua jenis kulit dan Acne Serum yang warna ungu untuk kulit acne-prone.

Baca: Review Body Lotion Viral Scarlett Whitening

Saya mencoba kedua jenis face serum Scarlett. Pakainya selang-seling varian brightening dan acne serum, atau disesuaikan kondisi kulit saat itu. Biasanya saya pakai Brightly Ever After Serum pada AM routine setiap hari dan Acne Serum di malam hari dua hari sekali.

Scarlett Acne Serum

Detail

Scarlett Whitening Acne Serum dijual dengan harga Rp 75.000,- untuk isi 15 ml. Sangat terjangkau. Bukan jenis skincare yang harus nabung dulu kalau mau purchase.

Kemasannya botol plastik frosted trasnparan yang sturdy dengan tutup disertai pipet seperti serum pada umumnya. Pipetnya bekerja dengan baik untuk mengeluarkan produk. Nggak netes-netes sebelum dipencet.

Produknya sendiri berupa cairan bening, encer, slippery. Sangat cepat meresap kemudian kering setelah diusapkan ke kulit. Nggak ada rasa lengket sama sekali.

Scarlett Whitening nggak pakai dedicated fragrance di Acne Serum mereka. Jadi ya memang nggak ada wanginya. Hanya tercium slightly aroma mirip jamu. Nggak mengganggu kok.

Ingredients: Aqua, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Water, Annona Cherimola Fruit, Isopentyldiol, Centella Asiatica Extract, PEG-8, Phenoxyethanol, Salicylic Acid, Ascorbyl Glucoside, Aminomethyl Propanol, Hydroxyethylcellulose, 1,3 Butylene Glycol, Pentane-1,2-Diol, Dinatrium EDTA, Ethylhexylglycerin, Isostearamidopropyl Ethyldimonium Ethosulfate, Sodium Hydroxide, Sodium Citrate, 1,2 Hexanediol, Tamarindus Indica Seed Gum, Biosaccharide Gum-1, Phenylpropanol, Sodium Dehydroacetate, Propylene Glycol, Citric Acid, 2-Amini-1-Butanol, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil. Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil.

Yang di-highlight kuning adalah star ingredients. Ada tea tree water, ekstrak centella asiatica, salicylic acid, dan ekstrak licorice.

Tea tree water punya benefit sama seperti tea tree oil, tapi dalam kadar yang jauh lebih rendah. Benefit anti inflamasi dan mengatasi bruntusan masih ada, tapi sedikit.

Ekstrak Jeju centella asiatica (means, tanamannya berasal dari Jeju (?)) berfungsi sebagai skin-soothing, meredakan iritasi, dan mengurangi peradangan. Saya ingat dulu selalu pakai centella asiatica extract sehabis pakai AHA/BHA serum untuk mengurangi sensasi tingling dan meredam efek eksfoliasi. Centella dan BHA memang kombinasi sempurna.

Salicylic acid atau BHA, fungsinya mengeksfoliasi sel kulit mati supaya nggak menyumbat pori sekaligus meredakan peradangan pada jerawat.

Ascorbyl glucoside a.k.a turunan Vitamin C. Benefit utamanya antioksidan, menangkal radikal bebas. Yang kemudian meluas hingga memudarkan bekas jerawat dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini. FYI, ascorbyl glucoside ini bentuk Vitamin C dalam skincare yang paling stabil.

Ekstrak licorice sejak lama menjadi bahan pencerah kulit. Kaya akan vitamin dan mineral untuk menutrisi kulit wajah, sekaligus menyeimbangkan sebum sehingga cocok digunakan untuk kulit berminyak.

Cara Pakai: Aplikasikan 2-3 drop serum ke wajah, ratakan sambil dipijat. Tunggu beberapa detik sebelum lanjut ke step skincare berikutnya. Step lengkapnya: cleaner-toner-Scarlett Acne Serum-hydrating serum-moisturizer. Saya pakai di malam hari setiap 2 hari karena ada Salicylic Acid. Ini personal sih. Kamu bisa pakai setiap hari kalau kulitmu memang butuh.

Baca: Review Avoskin Miraculous Refining Serum yang Mengandung AHA dan BHA

Performa

Works very well! Beberapa waktu lalu kulit saya pernah breakout. Ada whiteheads di area bawah dagu. Saya ngeh pas cuci muka di malam hari. Jadi saya gunakan Scarlett Acne Serum pada night skincare routine. Paginya udah kempes dong. Tanpa bekas karena jenisnya whiteheads kecil. Sampai belum sempat ambil foto before-nya.

Di kulit saya bagus untuk mengatasi whiteheads atau eksfoliasi rutin. Tentu perlu tambahan serum yang melembapkan karena si Scarlett Acne Serum ini nggak memberi kelembapan sama sekali. Area pipi bawah saya pernah jadi kemerahan karena skip hydrating serum setelah pakai Acne Serum.

Baca: Rangkaian Skincare untuk Kulit Acne-Prone

Scarlett Brightly Ever After Serum

Detail

Sama seperti serum anti-acne-nya, Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum juga dijual dengan harga Rp 75.000,- per 15 ml. Packaging serupa dengan si Acne Serum, namun dalam warna pink.

Sediaan produk berupa cairan putih keruh, relatif lebih kental, namun tetap cepat meresap tanpa rasa lengket. Masih tanpa dedicated fragrance, sehingga serum brightening Scarlett ini berbau asam cukup kuat. Mengganggu sih, setiap kali pakai sambil mengeryitkan hidung.

Baca: Review Hale Stay Toned! Tanpa Fragrance

Ingredients: Aqua, Nicotinamide, 1,3 Butylene Glycol, Lavandula Angustifolia (Lavender) Water, Ascorbyl Glucoside, Arisaema Amurense Extract, 2-Phenoxyethanol, Hydroxyethylcellulose, Glutathione, Aminomethyl Propanol, Ethyl Macadamiate, Decyl Glucoside, Pentane-1,2-Diol, Dinatrium EDTA, Ethylhexylglycerin, Tamarindus Indica Seed Gum, Biosaccharide Gum-1, 1,2 Hexanediol, 2-Amini-1-Butanol, Tocopherol, Malic Acid, CI 16255

Nicotinamide adalah istilah lain untuk nicacinamide. Kalau ada yang belum ngerti. Benefitnya nggak jauh-jauh dari brightening dan menyeimbangkan minyak dalam kulit.

Lavender water punya khasiat lavender essential oil dalam kadar rendah. Semua essential oil punya potensi irritant, begitu juga dengan bentuk hidrosolnya (alias plant water). Tapi lavendel dipercaya punya benefit skin-soothing, anti mikroba, dan anti inflamasi.

Phyto whitening ini sebetulnya gimmick aja. Phyto artinya ‘plant’; tanaman. Maksudnya bahan pencerah yang berasal dari tanaman. Tanamannya apa? Bebas. Kalau di sini ada ekstrak Arisaema Amurense dan licorice. Selain itu ada polysaccharides dari biji asam jawa.

Ascorbyl glucoside alias Vitamin C. Kalau pernah dengar niacinamide nggak boleh dipakai bersamaan dengan Vitamin C dan masih bingung soal itu, ya udah pakai produk yang komposisinya menggabungkan keduanya. Gampang, nggak perlu mikir.

Glutathione ini antioksidan. Udah pernah saya bahas di artikel review body lotion Scarlett.

Baca: Cara Saya Pilih Skincare

Cara Pakai: Gunakan 2-3 tetes produk untuk wajah dan leher. Ratakan sambil dipijat hingga meresap. Saya pakai setiap pagi, diikuti hydrating serum dan sunscreen.

Performa

Efek mencerahkan dan meratakan warna kulit belum ada perubahan yang visible di kulit saya. Memudarkan PIH juga belum kelihatan efeknya. Kalau pakai serum Scarlett Brightly ini, anggap saja pakai serum Vitamin C. Ambil benefit antioksidannya.

Menurut saya, serum-serum dari Scarlett Whitening ini alternatif menarik produk perawatan wajah dengan harga terjangkau dan sudah diregistrasi BPOM.. Layak dicoba, terutama si Acne Serum. Saya belum nemu ada serum Salicylic Acid di range harga yang sama dengan Scarlett.

Belinya bisa di Instagram @scarlett_whitening, atau Shopee Official Store. Pastikan ada stiker hologram untuk garansi produk original.



3 comments

  1. Acne serumnya di aku juga cocok buat ngatasin whitehead resee. Haha..

    ReplyDelete
  2. Aku juga lagi pakai ini sekarang. Tapi kayaknya masih banyakan pakai acnenya baru brighteningnya. So far so good

    ReplyDelete
  3. Huaaa, jd penasaran akutu sama yg buat jerawat. Harganya terjangkau pula!

    ReplyDelete

Halo, terimakasih sudah mampir di JurnalSaya. Satu komentar Anda sangat berarti bagi saya.
Semua komentar dimoderasi ya. Komentar yang berisi pesan pribadi akan saya anggap spam.
Oiya, tolong jangan tinggalkan link hidup di badan komentar. Kisskiss

© Jurnal Saya
Maira Gall